Showing posts with label Religi. Show all posts
Showing posts with label Religi. Show all posts

Friday, November 09, 2012

Cara Mempercepat Koneksi Internet

1. Cara mempercepat koneksi internet dengan memaksa Windows menggunakan 100% bandwidth internet kita.
Secara default, Windows membatasi hanya 80% bandwidth internet saja yang bisa kita gunakan. Sisanya yang sebesar 20% disisakan untuk QoS traffic seperti Windows update, VoIP, dll. Dengan memaksa Windows untuk menggunakan 100% bandwidth internet kita, maka anda akan mendapatkan peningkatan kecepatan internet hingga sebesar 20%!
 
Silahkan ikuti panduan berikut ini untuk memaksa Windows menggunakan 100% bandwidth yang kita miliki :
- Klik Start -> Run -> ketik gpedit.msc
- Pilih Local Computer Policy -> Computer Configuration -> Administrative Templates -> Network -> QoS Packet Scheduler
- Double klik Limit Reservable Bandwidth

Cara Mempercepat Koneksi Internet

- Pilih menu Enable kemudian isi bandwidth limit dengan nilai 0.
Cara Mempercepat Koneksi Internet
- Klik apply dan restart komputer anda.

2. Trik mempercepat koneksi internet dengan tweak registry.
Cara ini memiliki fungsi yang sama dengan cara 1, yaitu untuk memaksa Windows menggunakan 100% bandwidth yang kita miliki.
- Klik Start >> ketik Regedit >> tekan Enter
- Akses HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Policies\Microsoft\Windows
- Klik kanan folder Windows, pilih New >> Key. Beri nama key tersebut Psched
Cara Mempercepat Koneksi Internet

- Klik kanan PSched yang baru saja anda buat, pilih New -> DWORD (32-bit) Value
Cara Mempercepat Koneksi Internet

- Beri nama value tersebut NonBestEffortLimit
- Klik kanan pilih Modify
Cara Mempercepat Koneksi Internet
- Pilih Decimal dan isi value data dengan 0
Cara Mempercepat Koneksi Internet

- Klik OK dan restart komputer anda.

3. Tips mempercepat koneksi internet dengan mengubah setting masing-masing port
- Klik Start -> My Computer -> klik kanan dan pilih properties
- Pilih Device Manager
- Pilih Port (COM & LPT)
- Double klik masing-masing port, pada tab Port Setting ubah setting bits per second menjadi 128000 dan ubah Flow Controlnya menjadi Hardware. Lakukan di masing-masing port yang ada.
Cara Mempercepat Koneksi Internet

4. Trik mempercepat internet dengan menggunakan OpenDNS

OpenDNS adalah Public DNS gratis yang performanya sangat maknyuss. Mengganti DNS standar anda dengan DNS milik OpenDNS bisa mempercepat koneksi internet anda hingga 20% lebih cepat.
- Klik Start -> Control Panel -> Network and Internet -> Network and Sharing Center -> Local Area Connection -> Properties
Cara Mempercepat Koneksi Internet
- Pilin Internet Protocol Version 4 -> properties
- Ubah DNS menjadi berikut ini
Preferred DNS Server: 208.67.222.222
Alternate DNS Server: 208.67.220.220
Cara Mempercepat Koneksi Internet

- Klik OK
Selain menggunakan DNS milik OpenDNS, anda juga bisa menggunakan DNS milik Google
Preferred DNS Server: 8.8.8.8
Alternate DNS Server: 8.8.4.4
NB : DNS milik OpenDNS jauh lebih cepat dibandingkan DNS milik Google.

5. Cara mempercepat internet dengan mengaktifkan DNS Cache
Saat DNS Cache aktif, maka saat kita mengunjungi sebuah situs, komputer akan menyimpan cache situs tersebut. Sehingga saat kita mengunjungi situs tersebut di lain waktu, kita tidak lagi mendownload isi situs secara keseluruhan. Hal ini tentu saja akan membuat proses membuka situs menjadi lebih cepat.
Cara mengaktfikan DNS Cache adalah sebagai berikut
- Copy kode berikut ini di notepad dan simpan dengan nama dnscache.reg
REGEDIT4
[HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\Dnscache\Parameters]
"CacheHashTableBucketSize"=dword:00000001
"CacheHashTableSize"=dword:00000180
"MaxCacheEntryTtlLimit"=dword:0000fa00
"MaxSOACacheEntryTtlLimit"=dword:0000012d
- Jalankan dnscache.reg tersebut

6. Cara mempercepat internet dengan tweaking cpipParameter
Cara ini cocok sekali bagi anda yang menggunakan jaringan internet Broadband/DSL.
- Copy kode berikut ini kemudian simpan dengan nama cpip.reg
REGEDIT4
[HKEY_LOCAL_MACHINESYSTEMCurrentControlSetServicesT cpipParameters]
“SackOpts” = dword: 00000001
“TcpWindowSize” = dword: 0005ae4c
“Tcp1323Opts” = dword: 00000003
“DefaultTTL” = dword: 00000040
“EnablePMTUBHDetect” = dword: 00000000
“EnablePMTUDiscovery” = dword: 00000001
“GlobalMaxTcpWindowSize” = dword: 0005ae4c
- Jalankan cpip.reg

7. Cara mempercepat koneksi internet bagi pengguna koneksi LAN.
Jika komputer anda tersambung melalui jaringan LAN, tidak menutup kemungkinan lambatnya internet anda disebabkan oleh lambatnya koneksi LAN yang anda gunakan. Untuk mempercepat koneksi LAN tersebut, anda bisa mempraktekkan cara berikut ini:
- klik Start >> Run >> ketik Regedit >> tekan Enter
- Akses HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\RemoteComputer\NameSpace
- Hapus key (D6277990-4C6A-11CF-8D87-00AA0060F5BF)

8. Cara mempercepat koneksi internet dengan memodifikasi file system.ini
- Backup dulu file system.ini yang ada di C:/Windows/system.ini
- Setelah itu, klik Start -> Run -> ketik system.ini -> tekan enter
- Modifikasi script yang ada dengan script di bawah ini
; for 16-bit app support
[drivers]
wave=mmdrv.dll
timer=timer.drv
 
[mci]
[driver32]
[386enh]
woafont=dosapp.FON
EGA80WOA.FON=EGA80WOA.FON
EGA40WOA.FON=EGA40WOA.FON
CGA80WOA.FON=CGA80WOA.FON
CGA40WOA.FON=CGA40WOA.FON
page buffer=100000kbps load=100000kbps download=100000kbps save=100000kbps back=100000kbps
- klik File -> Save

9. Cara mempercepat internet dengan mengubah prioritas ServiceProvider
- Klik Start >> Run >> ketik Regedit >> tekan Enter
- Akses HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\Tcpip\ServiceProvider
- Ubah nilai key dibawah ini menjadi 1
DnsPriority=1
HostsPriority=1
LocalPriority=1
NetbtPriority=1
Catatan Penting :
1. Selalu upayakan melakukan backup terlebih dahulu sebelum melakukan tweaking-tweaking diatas. Proses backup bisa dilakukan dengan membuat restore point melalui Start -> All Programs -> Accecories -> System Tools -> System Restore
2. Banyak situs yang menyarankan anda menggunakan addon fasterfox untuk mempercepat koneksi internet saat browsing dengan Firefox. Saran saya..jangan menggunakan addon Fasterfox karena telah disisipi iklan popup (adware).
Semoga 9 cara mempercepat koneksi internet diatas bisa bermanfaat bagi anda. Jika anda memiliki trik mempercepat koneksi internet lainnya, silahkan dibagikan melalui kolom komentar dibawah ini. Terima kasih :)

#IREKA SALSABILA
source: http://www.pusatgratis.com/tutorial/9-cara-mempercepat-koneksi-internet.html
»»  READMORE...

Friday, November 02, 2012

malam telah terlelap dan hitam adalah warna selimutnya
alarm handphone berbunyi membuatku tersentak dan terjaga
teringat janji untuk bertemu beberapa saat lagi
sedangkan aku gagap berkata dan keringat dingin menetes dari dahiku

pasti karena...
Kau sangat memukau dengan kekayaan
Kau adalah Seluruh Keindahan Dan Keperkasaan
Kau miliki segalanya sedang aku tak punya apa-apa
cinta telah membuatku tergila-gila dan Kaulah Cintaku

akulah budak cinta, Kaulah Tuanku
akulah hambaMu, Kaulah Tuhanku
tak peduli betapa sakit dera cobaan kuterima
aku ikhlas karena ku yakin Kau menguji pendirianku
ku berlari mengejar CintaMu

aku butuhkan surgaMu
tapi aku lebih menginginkan pertemuan denganMu
sedetikpun ku tak sanggup berada di nerakaMu
namun aku lebih tak sanggup untuk jauh dariMu

karena aku takkan mungkin hidup tanpaMu
tak mungkin jantung ini berdetak tanpa genderang AsmaMu
tak mungkin darah ini berbaris tanpa qasidah asmaraku untukMu
tak kuasa seluruh tubuhku menyanyi rindu kepadaMu
aku tergila-gila akan cinta dan Kaulah Cintaku

disaat Kau bebaskan aku dari penjara dunia
ijinkan aku lancar menyebut indah NamaMu
tolong biarkan ku tetap memujiMu dalam kuburku
ambilah semua milikMu yang kupinjam,
namun mohon jangan kau matikan cintaku
karena hanya itu satu-satunya yang kupunya

akulah manusia paling berdosa terlalu bodoh lagi kampungan
maafkan bila telah menyinggung dan membuatMu marah
maafkan bila ku tergila-gila dan mabuk akan Engkau
maafkan bila ku memiliki cinta yang hanya untukMu

kini aku sudah tahu apa yang ingin ku ceritakan dalam doaku
aku bangkit bersiap wudhlu untuk bertahajud
jantungku berdetak lebih keras...
aku memiliki cinta, tapi pantaskah aku mencintaiMu... Cintaku...? 
 By : Rahmita Zulha
Sumber : mutiaradibalikmusibah.blogspot.com/
»»  READMORE...

10 Macam Dosa Besar menurut Al Quran

berbagi via :


Dosa adalah tindakan yang melanggar norma atau aturan yang telah ditetapkan Allah.
Hanya sekedar mengingatkan, bukan untuk menggurui. Apa sajakah yang termasuk 10 macam dosa besar menurut al quran?

1. Syirik (Menyekutukan Allah SWT).

Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya". (An Nisaa: 48).

Dan Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga". (Al Maidah: 72)

2. Berputus asa dari mendapatkan rahmat Allah SWT.

Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir".(Yusuf: 87).

3. Merasa aman dari ancaman Allah SWT.

Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
"Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi." (Al A'raaf: 99)

4. Berbuat durhaka kepada kedua orang tua.

Karena Allah SWT mensifati orang yang berbuat durhaka kepada kedua orang tuanya sebagai orang yang jabbaar syaqiy 'orang yang sombong lagi celaka'.

Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
"Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka". (Maryam: 32).

5. Membunuh.

Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
"Dan barangsiapa yang membunuh seorang mu'min dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya". (An Nisaa: 93).

6. Menuduh wanita baik-baik berbuat zina.

Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena la'nat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar". (An Nuur: 23)

7. Memakan riba.

Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
"Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila". (Al Baqarah: 275)

8.Lari dari medan pertempuran.

Maksudnya, saat kaum Muslimin diserang oleh musuh mereka, dan kaum Muslimin maju mempertahankan diri dari serangan musuh itu, kemudian ada seseorang individu Muslim yang melarikan diri dari pertempuran itu.

Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
"Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahannam. Dan amat buruklah tempat kembalinya". (Al Anfaal: 16)

9. Memakan harta anak yatim.

Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)". (An Nisaa: 10)

10. Berbuat zina.

Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
"Barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu". (Al Furqaan: 68-69)


Cara menghapus dosa besar

Di dalam al quran di sebutkan bahwa Allah akan mengampunkan semua dosa kecuali syirik artinya dengan taubat nashuha dan berusaha sekuat tenaga untuk tidak mengulangi perbuatan dosa tsb insya Allah akan diampunkan dan apabila dosa yang berkaitan dengan manusia misalnya kedzoliman maka harus meminta maaf kepada orang di dzolimi.

Wallahu'alam

referensi artikel : taushiyah-online.com ,groups.yahoo.com.


Sumber : http://nagapasha.blogspot.com
Created By : Mursal Liandra
»»  READMORE...

Friday, October 19, 2012

Kisah Manfaat Shalat Tahajud 2 (Kisah Nyata) ini saya repost dari trit Kaskus yang saya baca. banyak manfaat dan keajaiban dari Shalat tahajud atau Salat malam. Salah satu kisahnya adalah cerita dari seorang kaskuser ini. Semoga bermanfaat!

Manfaat Shalat Tahajud 2 (Kisah Nyata)

Kisah Manfaat Shalat Tahajud ini adalah pengalaman ane sendiri. Disini Ane bukan mau ngajarin atau ane ngaku lebih alim dari agan.
Tapi ane cuma mau Sharing tentang HEBATNYA itu SHALAT TAHAJUD Gan.
ASLI Gan !!! Ane nggak bohong.

SHALAT TAHAJUD itu adalah Shalat Sunah Mu'akad, yaitu Sunah yang Sangat dianjurkan. Dikerjakan malam hari antara Waktu Isa hingga Subuh. Kemudian dikerjakan setelah kita tertidur gan (Kudu tidur dulu, kalo nggak tidur ya Shalat Biasa... Ada juga yang bilang tidak perlu tidur dulu.... Insya Allah semua Benar Gan).
Kalo Agan minta sesuatu (yang positif), PASTI dikabulkan Gan.... PASTI !!!. Tentu ada syaratnya Gan
- Rutin dilakukan, bukan cuma semalam doang
- Istiqomah dalam berusaha, jangan mudah menyerah Gan
- Sabar, bukan berarti malam kita minta, besok pagi sudah ada

Ingat Gan

"Jadikan Sabar dan Shalat sebagai penolongmu"]



Ane mau Sharing beberapa KISAH NYATA yang menjadi sejarah kehidupan ane Gan.. :

1. Keinginan Kuliah di PTN Favorite


Waktu SMA, ane punya cita-2 masuk ke PTN yang Favorite di Negri ini Gan. Kalo dilihat dari Rangking di SMA... He He, paling bagusrangking 8. Paling ancur rangking 34 dari 36 Gan, bahkan nyaris Tidak Naik Kelas gara-gara ada satu Pelajaran ane dapat 5...

Karena keinginan yang besar, ane belajar gan, Dan juga tidak lupa, jam weker dipasang dipukul 03.00, untuk SHALAT TAHAJUD setiap malam.

Hasilnya, waktu TRY OUT di SENAYAN, kan ada ribuan peserta tuh Gan. Eeeh tiba-tiba nama ane ada di Rangking ke 4 Gan. Jagoan sekolah ane yang ibarat kata The Best of The Best di Sekolah ane ada di Rangking 11.

Semenjak itu Gan, baru deh orang-2 disekolahan ane pada bertanya-tanya "KOK BISA ?".... Apa sih yang gak bisa di dunia ini ???

Singkat kata, pada pengumuman UMPTN (Waktu itu).. Kucluk-kucluk-kucluk, Ane Lulus UMPTN Pilihan Pertama Gan !!!! Rasanya waktu itu badan ringaaaaan banget, Senang Sekali.. Tentu Ortu ane senang juga kan Gan ? Nyenegin Orang Tua kan Ibadah, lagi pula Ortu ane tidak perlu mengeluarkan biaya yang lebih besar kan ?

2. Keluar dari Kehidupan Yang Penuh Dosa....

Setelah Kuliah Alhamdulillah 5 tahun lulus juga... Terus ane kerja lompat-2 kayak katak, sampai terdampar di tengah hutan Kalimantan segala tapi gak betah dan balik lagi ke Jakarta (Biar dekat sama Orang Tua)

Akhirnya sekarang ane kerja di sebuah persh di jakarta sampai sekarang. Waktu awal masuk, ane kenalan dengan cewek (rekan kerja) yang sudah dulu masuk... Cantik Gan, Putih, Langsing, pokoknya bagus deh.... Karena itu cewek kos-kosannya searah dengan jalur saya ke rumah, ya mau gak mau setiap hari pulang pergi saya nganterin dia gan.

Lama kelamaan akhirnya ya kita sering jalan bareng gan (Padahal dia sudah punya cowok tapi di luar kota, ane saat itu lagi gak punya cewe)

Nah..... Disinilah dosa-dosa itu mulai menghujani diriku Gan... Awalnya makan, nonton, jalan-jalan, tapi akhirnya... Setiap hari pasti ane mendapatkan dosa besar di saat itu, PASTI Gan !!!... Bener juga kata pepatah Gan, kalo kita berdua, yang ketiga pasti setan.... Awalnya, antara hati dan nafsu benar-benar berantem. Tapi lama kelamaan, akhirnya hati ane kalah juga Gan. Dan hal itu menjadikebutuhan kita berdua setiap hari....

Setelah kira-2 3 tahun, Hati kecilku mulai berontak Gan.... Sebenarnya ane tidak mau seperti itu, tapi kayaknya sulit sekali memisahkan kami berdua... SANGAT SULIT SEKALI !!!

Akhirnya ane pasrahkan semua ini sama YANG DIATAS... Setiap malam ane shalat tahajud dan meminta supaya ane segera dijauhkan dari dia dan segera ditemukan seseorang yang jauh lebih baik dari dia, terutama untuk DUNIA dan AKHIRAT, serta segera menikah dan mendapatkan momongan yang lucu-lucu...

Eeeh tidak disangka-sangka Gan, ternyata Pacar dia yang di luar kota ingin meminangnya (Paksaan kedua orang tua dia dan orang tua pacarnya), sehingga mau tidak mau dia harus keluar dari perusahaan dan pindah ke luar kota...

Ane bersyukur banget gan, apalagi kira-2 2 bulan setelah dia pergi, ane dapat calon istri ane (pacar). Seperti tidak sadar begitu cepatnya waktu berjalan, 4 bulan setelah itu ane married Gan Alhamdulillah sampai sekarang, dan ane sekarang punya 2 orang anak laki-2 yang lucu....

Dari Informasi yang di dapat..... Cewek yang dulu, ternyata sampai sekarang (kira-2 6 tahun) belum juga dikaruniai momongan... Ane sudah yakin akan hal itu waktu dulu, karena waktu dulu dia sering sekali konsumsi obat-obatan (bukan narkoba) dan juga dia demen minum bir... Coba kalo dulu ane married dengan dia, mungkin sekarang ane belum punya momongan gan....

3. Ingin Memiliki Usaha Sampingan

Sudah cukup lama ane bekerja di tempat yang sekarang... Alhamdulillah, kebutuhan semua tercukupi. Tapi namanya manusia pasti kita berusaha ingin mendapatkan sesuatu yang lebih kan Gan ?

Seorang Karyawan, tentu uang didapatkan setiap bulan sekali kan ? Entah tanggal 25, 30 atau tanggal 1.... Berarti, saya mendapatkan uang hanya sebulan sekali... Sebenarnya untuk mendapatkan Yang Bukan Haknya sih bisa saja, tapi sudah komitmen ane untuk tidak melakukan hal itu..

Diwaktu tidak bekerja (Sabtu Minggu), saya sama berkeluarga... yah refreshinglah, jalan-jalan..... Disitu saya berpikiran

"Kenapa Hari Sabtu dan Minggu Saya Hanya Mengeluarkan Uang saja ?" Mengapa Tidak Berusaha Untuk Mendapatkan Uang ?".... Orang lain bisa, kenapa saya tidak ?

Satu niat saya.... Mendapatkan Penghasilan Tambahan... Usaha... Bisnis...

Tapi saya bingung, bagaimana ? Bisnis Apa ? Modalnya Bagaimana ?

Kembali, ane serahkan semua sama YANG DIATAS..... Saya pasang jam weker setiap jam 03.00, Shalat Tahajud dan ane minta untuk dibukakan pikiran agar memiliki suatu usaha bisnis sampingan....

Buanyak usaha-2 / Bisnis-2 yang saya coba Gan.... dari MLM, Ikan, Tumbuhan, Periklanan, Franchise dll.... Tapi gak ada yang bertahan Gan...

Terus Berdoa Setiap Malam.... dan..... Usaha Pantang Menyerah

Eeeehh.... Nggak taunya, ide itu terbersit gan, lewat begitu saja.... Singkat kata, Ane diberi petunjuk sama YANG KUASA untuk Berdagang.... Ya sudah... Ane tekuni....

Alhamdulillah, modal gak banyak, cuma 5 jeti..... Akhirnya ane punya usaha sampingan Gan... Semua dikerjakan dari rumah, sepulang ane bekerja, ane kerja dan mendapatkan penghasilan tambahan... Walau Sabtu Minggu, walau jalan-2 sama keluarga, Alhamdulillah pemasukan tetap ada Gan...

4. Ingin Usaha Bertambah Besar

Alhamdulillah Gan..... Ane ada usaha (Begitu dipikiran ane dulu).... Semua dikerjakan dari rumah Gan, di rumah crowded banget deh....

Kemudian Ane punya mimpi lagi.... Ingin rasanya punya kantor/toko, sehingga bisa berkembang lebih besar lagi dan juga bisa membantu orang-2 yang membutuhkan pekerjaan...

Kembali lagi Gan... Ane Meminta sama YANG MAHA KAYA setiap malam... Ane terusss berusaha....

Gak disangka-sangka, itu namanya pintu rezeki, adaaaa aja gan... Niat awal cuma main-main, eh ketemu orang, ngobrol-2 berlanjut-berlanjut, jadi rekanan.... Niatnya iseng liat-2 berita, eehhh ada aja ide-2 baru yang muncul....

Alhamdulillah Gan.... Usaha ane berkembang.... Dari yang modal awal cuma 5 juta, sekarang sudah bisa mendapatkan penghasilanmenyamai bahkan melebihi dari penghasilan ane di perusahaan sekarang ane bekerja.... Ane punya toko sekarang Gan....

Dari situ ane juga bisa nyeneng-nyenengin Keluarga jalan-jalan ke Luar Negri Tahun Lalu... Tahun ini Insya Allah juga mau jalan ke Luar Negri lagi dan juga ke Bali bersama keluarga besar, Ayah, Ibu, Mertua dan keluarga kakak-kakak ane Gan.... Ane Bersyukur Banget Gan....

Quote:
Mungkin ada Agan yang bilang "Kok pakai jalan keluar negri segala ? Ngabis-ngabisin uang aja...

Bukannya ane ngabis-2in uang Gan, ane tu sayang banget sama anak istri... Anak ane setiap saat kalo liat pesawat pengen banget naik dan liburan ke mana gitu. Soalnya ane sama keluarga jarang banget liburan, paling mentok-2 ke Taman Safari ... Yah mumpung ada sedikit rezeki, pengen rasanya nyenengin anak... Kebetulan istri ane juga belum pernah ke Luar Negri... Jadi begitu gan... Sekarang juga banyak pesawat murah dan juga Non Fiskal kok Gan...

#IREKA SALSABILA
»»  READMORE...

Manfaat Shalat Tahajud 1 adalah kisah nyata dari seorang kaskuser yang sedang melamar pekerjaan. Tidak disangka, Shalat tahajud yang dia lakukan pada malam hari berbuah kemudahaan interview pekerjaannya keesokannya.

Manfaat Shalat Tahajud 1 (Kisah Nyata)

ada seorang anak muda yg besok mau interview di sebuah perusahaan swasta di wisma nusantara. neneknya bilang ama dia "sholat tahajud sana,nanti dipermudah ama Allah". akhirnya si anak muda tersebut pun niat untuk sholat malam harinya.dia pasang alarm dan terbangun pukul 3.30 pagi. Dia wudhu dan sholat tahajudsampai subuh datang. dia langsung ke masjid untuk sholat subuh.tapi naas,setelah pulang dia merasakan ngantuk yg amat sangat.dia pun tertidur sampai terlelap.



oh iya gan,dia interview jam 9 pagi gan. tapi dia bangun jam 8. kaget.. liat jam udah jam 8. dia langsung buru-buru pakai baju (gak mandi gan..) langsung berangkat naik metro mini. sampai di blok M,udah jam 8.45 gan .Jakarta gan..akhirnya dia tetap melanjutkannya.

unluckly, dia ketiduran lagi gan di metro mini sampai monas. makin panik aja dia gan. dia liat udah jam 9.20. akhirnya dia pun turun dan berniat untuk pulang saja.


ceritanya gak sampe disini gan. pas dia naek bis. ada bapak-bapak yg berdiri juga (dia juga berdiri gan). ditanya ama bapak-bapak itu

"mau kemana de,ko mukanya kucel banget?"

"tadinya saya mao interview pak.tapi saya ketiduran di bis.jadi kelewat dah tempatnya terus kesiangan".

"emang tempatnya dimana?"

"tuh deket.wisma nusantara perusahaan xxxxx(sensor gan). gak biasa-biasanya sholat tahajud pak, sekali-kalinya sholat malah kesiangan".

"yaudah kita bareng aja bapak juga mau kesitu"

"udah kesiangan pak..dah telat"

"udah gak apa-apa".

akhirnya mereka pun bersama-sama menuju keperusahaan itu. banyak para pelamar yg sudah nunggu dari tadi. tapi si anak muda tersebut langsung diajak masuk sama bapak-bapak yg tadi gan. dia bingung.

"loh, ko saya langsung diajak masuk pak. kalo boleh tau bapak siapa?"

(sambil senyum dia mengatakan) "saya pemilik perusahaan ini.tadi mobil saya bannya kempes jadi saya naek metromini aja."

akhirnya dia diterima kerja tanpa syarat yg sulit gan.sedangkan yg lain yg nunggu dari tadi,belom tentu gan.sambil senyum dan bicara dalam hati si pemuda itu ketika keluar dari kantor bapak tadi sambil melihat yg lainnya berkata "makanya tahajud,kaya gw nih.. "

sumber cerita ini dari kaskus, lupa linknya dimana :shakehand

nah keren kan pengalaman kisah nyata manfaat salat malam? kisah salat tahajud 2 dan kisah salat tahajud 3 silakan dibaca juga :)

#IREKA SALSABILA
»»  READMORE...

Kisah Nyata Manfaat Salat Tahajud 3 ini adalah kisah nyata yang berbeda dari cerita sebelumnya. Silakan dibaca dan diambil hikmahnya untuk diri sendiri. Jangan lupa komen :) dan mari kita istiqamah salat malam..

Manfaat Shalat Tahajud 3 Kisah Nyata

Ada sebuah rahasia penting yang ingin saya sampaikan dalam tulisan ini. Sebuah rahasia yang maha dahsyat bila anda rutin melaksanakan sholat sunah Tahajud. Sholat yang dilaksanakan sepertiga malam dengan penuh keheningan, karena di saat itu banyak orang yang tertidur lelap.

Pada saat itulah sebaiknya anda bangun dari tidur. Mengambil air wudhu lalu melaksanakan sholat sunah Tahajud. Boleh anda laksanakan 2 rakaat ditutup dengan witir 1 rakaat. Boleh juga 8 rakaat dan ditutup dengan witir 3 rakaat. Bila anda sanggup, boleh juga sampai 23 rakaat.

Namun, yang paling penting adalah konsistensi dalam pelaksanaannya. Lebih baik melaksanakan sholat tahajud dengan rakaat yang sedikit tapi rutin tiap malam, daripada banyak rakaatnya tapi tidak rutin. Anda perlu konsisten dan memiliki komitmen yang tinggi dalam diri.

Hal terpenting dari sholat malam adalah anda merenungi hidup ini, melakukan instropeksi di hari kemarin dan memohon ampunan kepada Allah dengan seraya beristighfar dengan penuh ke-khusyuk-an. Memohon diberikan kemudahan dalam melaksanakan aktivitas esok hari, dan yang lebih penting berdoa kepada Allah agar dilapangkan rezeki.
Saya menjadi teringat ketika hendak mau menikah di Bandung pada tahun 1998. Pada malam sebelum nikah, saya sempat bingung karena uang untuk transport penghulu dan juga tempat penginapan belum ada di kantong. Saya berdiskusi dengan almarhum ayah untuk mencarikan solusinya. Lalu saya katakan kesulitan saya itu kepada beliau. Ketika kesulitan itu saya sampaikan, ayah saya cuma tersenyum dan menyuruh saya untuk melaksanakan sholat tahajud.

Malamnya, saya sholat tahajud dengan penuh kekhusyukan agar besok dimudahkan dari segala urusan. Saya berserah diri kepada Allah seraya berdoa agar diberikan rezeki karena akan menikah besok lusa. Saya pun berdoa sambil menangis sesunggukan memohon ampun kepada-Nya. Segala ikhtiar sudah ditunaikan, sekarang saatnya saya berdoa kepada Yang Maha Kuasa. Semoga Allah mengabulkan segala permintaan saya yang akan menikah esok lusa.

Besok paginya, setelah sholat subuh berjamaah, ada ketukan pagar dari luar rumah. Begitu saya tengok keluar, ada pak Yono, salah satu pengurus masjid Al Iman datang ke rumah kami.

Setelah pintu pagar dibuka, lalu saya persilahkan beliau masuk ke ruang tamu. Setelah beliau ada di ruang tamu, maka mengobrollah kami sebentar, lalu tiba-tiba saja diberinya saya amplop yang berisi uang. Jumlahnya pas banget dengan yang saya butuhkan. Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, saya mengucap syukur kepada Allah. Ternyata di pagi hari itu, Allah memberikan rezekinya lewat pak Yono dan kawan-kawan pengurus masjid yang tidak bisa ikut hadir dalam pernikahan saya di kota Bandung.

Rahasia sholat tahajud mungkin sudah pernah anda dapatkan. Dia datang berbeda-beda caranya. Ada yang cepat, dan ada yang lambat. Tergantung dari ridho Allah, dan cara kita berdoa. Terkadang kita sering terlupa bahwa doa adalah permohonan dan permintaan hambaNya yang memasrahkan dirinya agar diampuni dosanya, diberikan kemudahan hidup di dunia dan akhirat kelak. Merendahkan diri dihadapan sang penguasa langit dan bumi.

Semoga Allah mengabulkan doa-doa hambaNya yang berserah diri pada saat-saat keheningan sepertiga malam dengan melaksanakan sholat sunah tahajud. Oleh karenanya, jangan lupa pula untuk selalu sadar diri bahwa akan ada hidup sesudah mati. Di dunia ini kita hanyalah seorang pengembara yang singgah sebentar, lalu pergi kembali.

Sudahkah anda rutin melaksanakan sholat tahajud dan menemukan rahasia di dalamnya? Monggo disharing pengalaman pribadi teman2 semua tentang rahasia solat tahajud

#IREKA SALSABILA
»»  READMORE...
Umar bin Abdil Aziz adalah seorang khalifah dari Dinasti Umayah yang dikenal adil. Begitu adilnya sehingga dia disejajarkan dengan Sayidina Umar bin Khattab r.a. Karena namanya sama, maka dia pun disebut dengan panggilan Umar II atau Umar Ats-Tsani. Selama memerintah, seluruh waktunya dia abdikan untuk kesejahteraan rakyat, baik kesejahteraan duniawi maupun ukhrawi.

Selain adil, dia juga sangat wara’. Dia begitu hati-hati dengan harta negara atau harta kaum muslimin, sehingga tak mau menyentuhnya barang sedikit pun.

Dia pun ahli ibadah. Siang hari dipakai melayani rakyat, malam hari untuk beribadah kepada Allah. Setiap malam dia selalu bangun dari tidurnya di kala semua orang terlelap dalam, lalu dia cari masjid yang ditinggalkan orang. Di situ dia melaksanakan salat tahajud sebanyak yang dia mampu.

Bila datang waktu sahur (penghujung malam, menjelang subuh), dia meletakkan dahi dan pipinya di atas tanah. Dia terus menangis sampai terbit fajar. Itulah kebiasaannya setiap malam.

Suatu kali dia melakukan hal demikian seperti biasa. Ketika dia mengangkat kepala, dan rampung dari salat serta memelasnya, dia mendapati secarik kertas berwarna hijau. Ada cahaya yang memancar dari langit pada kertas itu. Di situ tertulis, “Ini adalah pembebasan dari neraka untuk Umar bin Abdil Aziz dari Dzat Mahadiraja yang Mahaperkasa.”

Salat malam atau tahajud memang sarat rahasia. “Salat dua rakaat di malam hari adalah khazanah atau simpanan kekayaan di akhirat kelak,” tulis Zainuddin Ali Al-Malibari dalam kitabnya Hidayatul Atqiya’. Betapa tidak. Nabi SAW bersabda, “Manusia bakal dikumpulkan di satu tanah berdataran tinggi. Lalu terdengar seruan, ‘Di manakah orang-orang yang lambungnya menjauh dari pembaringan lalu melakukan salat (malam), sedang mereka tergolong orang yang sedikit.’ Kemudian masuklah mereka ke sorga tanpa dihisab.”

Khazanah atau simpanan kekayaan itu sangat kita butuhkan nantinya. Bakal menyelamatkan kita di hari tiada sanak, tiada anak. Alhasil, tiada siapapun yang mau menolong kita di hari itu, kecuali khazanah tersebut. Makanya, kata Syekh Zainuddin, “Perbanyaklah khazanah-khazanah lantaran kau pasti bakal membutuhkannya.”

Salat tahajud akan menyelamatkan kita dan memasukkan kita, dengan izin Allah, ke dalam sorga. Begitulah ditegaskan oleh Rasulullah SAW. “Wahai manusia, sebarkanlah salam, berilah makan (orang miskin), sambunglah tali famili, dan lakukan salat malam sementara orang-orang tidur, niscaya kamu masuk sorga dengan selamat.”

Imam Al-Junaid adalah sufi yang mengisi malam-malamnya dengan salat tahajud. Setelah wafatnya, ada orang yang bermimpi melihat dia. “Apa yang diperbuat Allah kepada Guru?” tanya orang itu dalam mimpi.

Al-Junaid menjawab, “Sirna segala isyarat, hilang semua kata, punah seluruh ilmu, memuai segala perlambang. Tidak ada yang bermanfaat pada kami kecuali rakaat-rakaat kecil yang kami laksanakan di waktu sahur.”

Maksudnya, semua isyarat yang pernah diberikan Imam Al-Junaid kepada murid-murid, seluruhnya punah, binasa, dan tiada berpahala. Semua kata yang pernah dia ucapkan di kala mengajar hilang tak berbekas, tanpa menyisakan pahala. Perlambang-perlambang yang pernah dia sampaikan kepada murid-murid pemulanya, semua meranggas, dan Al-Junaid tak meraih pahala darinya. Pahala hanya dia peroleh dari salat-salat sunnah yang dia kerjakan di malam hari. Maksudnya, semua hal ini tidak dia dapatkan balasannya karena pada galibnya amal-amal demikian bercampur riya’ dan penyakit-penyakit hati lainnya, kecuali salat-salat sunnah di malam hari.

Imam Al-Junaid mengatakan hal itu, tidak lain, adalah untuk mendorong orang supaya bertahajud, di samping untuk menunjukkan keutamaan salat tahajud. Pasalnya, beliau adalah orang yang amalnya jauh dari kecampuran riya’ dan semacamnya. Betapa tidak, beliau adalah pemimpin para sufi.

Alhasil, salat tahajud sangat istimewa. Ibadah ini relatif lebih mudah untuk dilaksanakan dengan hati ikhlas karena Allah semata. Sebab, inilah amal yang tidak dilihat oleh orang lain. Jadi, kalau orang melakukan salat tahajud, dia mau pamer (riya’) kepada siapa? Tidak ada, karena semua orang sedang tertidur lelap.

Begitu istimewa sehingga inilah satu-satunya salat di luar salat lima waktu yang perintahnya ada dalam Al-Quran secara eksplisit – meski perintah itu ditujukan kepada Nabi SAW.

يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ قُمِ اللَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًا

“Wahai orang yang berselimut (Muhammad SAW.), beribadahlah kamu sepanjang malam kecuali sedikit saja (dari malam).” (Al-Muzzammil: 1-2)

Bagi Nabi SAW, salat malam hukumnya fardhu, sedang untuk umatnya adalah sunnah, yakni sunnah yang kuat. Begitu kuat kesunnahannya, sampai-sampai Nabi bersabda, “Seutama-utama salat setelah salat lima waktu ialah salat malam.”

Bukan hanya Nabi Muhammad SAW, para nabi sebelum beliau pun membiasakan salat malam ini. Bersabda beliau, “Hendaklah kalian melakukan salat malam karena itu merupaklan tradisi orang-orang saleh sebelum kalian.”

Imam Abu Yazid Al-Busthami punya cerita. Di masa kecilnya, beliau belajar di pesantren. Suatu kali, beliau membaca Al-Quran di rumah. Ketika sampai pada surah Al-Muzzammil, dia bertanya kepada ayahandanya, “Ayah, siapakah orang ini yang diperintah Allah supaya salat malam?”

Sang ayah menjawab, “Anakku, beliau adalah junjungan kita Nabi Muhammad SAW.”

Al-Junaid kecil bertanya lagi, “Lalu mengapa Ayah tidak mengerjakan apa yang dikerjakan Nabi Muhammad SAW?”

“Anakku, itu adalah kehormatan dari Allah untuk beliau.”

Al-Junaid meneruskan ngaji Qur’annya. Ketika dia sampai pada bacaan: “Wa thaa’ifatun minal ladziina ma’ak” (dan melakukan salat malam pula, sekelompok orang yang bersamamu ) di surah Al-Muzzammil, dia bertanya, “Ayah, siapakah mereka?”

“Mereka adalah para sahabat Nabi Muhammad SAW.”

“Ayah, mengapa Ayah tidak berbuat seperti mereka?”

“Anakku, Allah menguatkan mereka untuk beribadah malam.”

“Ayah, tidak ada kebajikan bagi orang yang tidak mau mencontoh Nabi Muhammad dan para sahabat beliau.”

Sejak itu ayah Al-Junaid terpanggil untuk selalu salat malam. Suatu kali si anak berkata kepada bapaknya, “Ayah, tolong ajari aku salat malam.”

Tapi bapaknya melarang. “Anakku, kamu masih kecil.”

Si anak berkata, “Ayah, kelak kalau Allah mengumpulkan seluruh makhluk di hari kiamat, dan menyuruh para penghuni sorga supaya masuk ke dalamnya, aku akan melapor, ‘Tuhan, aku sudah hendak salat malam, lalu ayah saya mencegah saya’.”

Bapaknya mati kutu. “Anakku, berdirilah, mari salat malam.”

Para ulama dan para sufi juga sangat gemar melaksanakan salat malam ini. Sampai-sampai ada seorang sufi yang berkata, “Tak ada yang membuatku sedih kecuali mendengar azan subuh.”

Allah memberikan sanjungan dan pujian bagi orang-orang selalu mendirikan shalat tahajud dalam QS. As Sajdah: 16

"Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya ("Maksudnya mereka tidak tidur di waktu biasanya orang tidur, untuk mengerjakan shalat malam") sedang mereka berdo'a kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rizki yang Kami berikan kepada mereka" (As Sajdah: 16)

Dan sanjungan Allah kepada kaum lainnya dengan firmanNya, QS. Adz Dzariyaat: 17-18

كَانُوا قَلِيْلاً مِّنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُوْنَ وَبِالأَسْـحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ

"Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam; dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah)"

QS. Al Furqaan: 64

وَالَّذِيْنَ يَبِيْتُوْنَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا

"Dan orang-orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka"

Diriwayatkan oleh At Tirmidzi dari Abdullah bin Salam, bahwa Nabi Saw. bersabda:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَفْشُوا السَّلاَمَ وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ وَصِلُوا اْلأَرْحَامَ وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلاَمٍ

"Wahai sekalian manusia, sebarkan salam, berilah orang miskin makan, sambungkan tali kekeluargaan dan shalatlah pada waktu malam ketika semua manusia tidur, niscaya kalian masuk Surga dengan selamat"

Rabi’ah Al-Adawiyah, bila malam buta tiba, selalu menyempatkan diri untuk melakukan salat dan munajat. Dia beribadah malam dan bermunajat di malam hari dengan begitu “mesranya”. Seolah dia hanya berdua saja dengan-Nya, “ketika raja-raja telah menutup pintu gerbangnya.”

Salat malam memang bisa menjadi sarana yang sangat efektif untuk bertaqarrub atau mendekatkan diri pada Allah. Senyapnya suasana di malam buta bisa membantu kita untuk merasakan “kehadiran-Nya” dan untuk lebih khusyu’ dalam salat kita. Sabda Rasulullah SAW, “Salat malam juga taqarrub bagi kalian, media bagi kalian untuk mendekat dan berdialog dengan Tuhan kalian. Salat malam pun penebus bagi kesalahan-kesalahan, pencegah dosa-dosa, dan penghalau penyakit di badan.”

Juga diriwayatkan oleh At Tirmidzi dari Bilal, bahwa Nabi saw. bersabda:

عَلَيْكُمْ بِـقِيَامِ اللَّيْلِ فَإِنَّهُ دَأْبُ الصَّالِحِيْنَ قَبْلَكُمْ وَإِنَّ قِـيَامَ اللَّيْلِ مَقْرَبَةٌ لَكُمْ إِلَى رَبِّـكُمْ وَمُكَفِّرَةٌ لِلسَّيِّئَاتِ وَمَنْهَاةٌ عَنِ اْلإِثْمِ وَمُطَرِّدَةٌ لِلدَّاءِ عَنِ الْجَسَدِ (صححه الحاكم ووافقه الذهبى

"Hendaklah kamu mendirikan shalat malam karena itu tradisi orang-orang shalih sebelummu. Sungguh, shalat malam mendekatkan dirimu kepada Tuhanmu, menghapuskan kesalahan, menjaga diri dari dosa dan mengusir penyakit dari tubuh" (Hadits ini dinyatakan shahih oleh Al-Hakim dan Adz-Dzahabi menyetujuinya, 1/308)

Dan ternyata sabda Rasulullah saw. memang benar-benar terbukti secara ilmiah yaitu dimana salat malam memang bisa menyembuhkan penyakit. Dr. Moh. Soleh, ahli kedokteran dari Unair Surabaya, telah membuktikan hal itu melalui penelitian ilmiyah untuk disertasinya yang berjudul “Terapi Salat Tahajud: Menyembuhkan Berbagai Penyakit.” Dalam disertasi yang sekarang telah dibukukan itu dia menjelaskan salat tahajud itu positif dapat menyembuhkan dan menangkal berbagai penyakit, terutama penyakit jantung. Sebab, salat tahajud yang dilakukan dengan ikhlas dapat meningkatkan kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit.

Selamat mencoba khasiat shalat tahajud.....wahai saudaraku semua, dan buktikan sendiri manfaatnya.

#IREKA SALSABILA
»»  READMORE...

Tuesday, October 16, 2012

Ikhlas menurut pandangan sufi: “Bila Surga dan Neraka tak pernah ada” 
Beberapa tokoh sufi mencoba memisahkan makna ibadah antara cinta (mahabbah), harapan (raja’), dan takut (khauf). Menurut mereka ibadah haruslah mengedepankan cinta (mahabbah) saja kepada Allah. Memiliki harapan akan surga dan takut karena neraka dinilai oleh para tokoh sufi tersebut mengotori dari keikhlasan dalam beribadah. Bahkan sering kita mendengar, bila surga dan neraka tak pernah ada, apakah kita masih melakukan apa yang menjadi perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya? Apakah kita berdosa bila menghendaki surga dan takut akan neraka? Apakah ibadah akan memiliki kecacatan bila kita mengharapkan pahala dari ibadah kita? Ujung-ujungnya adalah apakah kita masih dapat disebut ikhlas bila kita masih mengharapkan surga dan takut akan neraka ?

Jawabannya adalah dengan mencontoh junjungan kita Rasulullah SAW dalam berdoa
“Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksaan kubur, siksa neraka Jahanam, fitnah kehidupan dan setelah mati, serta dari kejahatan fitnah Almasih Dajjal.” (HR. Al-Bukhari 2/102 dan Muslim 1/412. Lafazh hadits ini dalam riwayat Muslim.)

“Ya Allah! Aku mohon kepada-Mu. Sesungguhnya bagi-Mu segala pujian, tiada Tuhan (yang hak disembah) kecuali Engkau Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Mu, Maha Pemberi nikmat, Pencipta langit dan bumi tanpa contoh sebelumnya. Wahai Tuhan Yang Maha Agung dan Maha Pemurah, wahai Tuhan Yang Hidup, wahai Tuhan yang mengurusi segala sesuatu, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu agar dimasukkan ke Surga dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka.” (HR. Seluruh penyusun As-Sunan. Lihat Shahih Ibnu Majah 2/329.)
Jelaslah bahwa Rasulullah mengajarkan kepada kita dalam beribadah selain mengedepankan cinta (mahabbah) namun tetap mengharapkan (raja’) surga, dan takut (khauf) agar dijauhkan dari siksa api neraka. Ketiganya (cinta, harapan, dan takut) tidak bisa dipisahkan dan dipilah-pilah dalam ibadah.

Seseorang yang memiliki rasa cinta yang tinggi kepada Allah akan melakukan seluruh syariat dengan hati yang ringan disertai luapan kalbu sebagai bukti akan kecintaannya kepada Allah. Seorang pecinta akan berhias dan berwangi dalam shalatnya melebihi pertemuan dengan orang yang paling ia cintai. Ia selalu menanti-nanti waktu shalat selanjutnya. Ia tetap memiliki pengharapan akan surga, karena hanya di surga kelak dia akan dapat memandang wajah Kekasihnya. Ia takut berada di neraka karena tak mungkin ia dapat hidup selama sedetikpun di sana. Neraka adalah tempat bagi umat yang banyak melanggar larangan-Nya, dan bukan tempat bagi umat yang mencintai Rabbnya dan selalu setia menjalankan syariat-Nya.
Tokoh sufi perempuan yang sangat dihormati seperti Rabiatul Adawiyah yang mengembangkan konsep cinta kepada Rabb, sering menangis karena Allah. Saat orang-orang bertanya kepadanya mengapa ia menangis, Rabiatul Adawiyah menjawab, “Aku takut Allah akan berkata kepadaku disaat menghembus nafas terakhir : jauhkan dia dariKu karena dia tak layak berada di majlis-Ku”.

Lantas dimanakah tempat yang layak agar kelak kita dapat memandang Dzat-Nya yang indah kalau bukan di Surga-Nya? Dimanakah tempat yang tidak layak bagi Allah untuk menampakkan Dzat-Nya selain di Neraka ?

Memisah-misahkan antara cinta (mahabbah), harapan (raja’), dan takut (khauf), terkadang kita perlukan untuk meningkatkan kesadaran rasa cinta kita kepada Allah jalla wa a’la. Terkadang kita membutuhkan syair-syair indah untuk meningkatkan kecintaan kepada Allah. Seperti kalimat: “Bila Surga dan Neraka tak pernah ada, apakah kita masih melakukan apa yang menjadi perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya?”

Kalimat-kalimat indah tersebut berfungsi semacam shock terapi cinta kita kepada Tuhan yang wajib kita cintai melebihi apapun. Kalimat tersebut dapat mengingatkan kita bahwa konsep cinta (mahabah) pun penting dalam ibadah, bukan hanya harapan akan pahala dan rasa takut akan Neraka saja. Namun dalam beribadah yang lengkap dan sempurna, ketiga konsep, yaitu: cinta (mahabbah), harapan (raja’), dan takut (khauf) tidak dapat dipisahkan. Jadi janganlah merasa ragu apakah amal ibadah kita masih bisa dikatagorikan ikhlas bila masih memiliki harapan akan surga dan rasa takut akan azab-Nya. Lengkapilah ibadah dengan cinta, harapan, dan rasa takut. 

Beribadah tanpa cinta akan membuat ibadah Anda seperti “ibadahnya pedagang”, hanya mencari untung dan menjauhi kerugian. Ciri “ibadah pedagang”adalah bila keinginannya tak terpenuhi ia segera kecewa dan menganggap Tuhan tidak adil. 

Beribadah dengan rasa takut saja (khauf) akan membuat Anda menjadi khawarij, yang beberapa sifatnya adalah: buruk sangka, mencela kaum muslim dengan sebutan kafir, berlebihan dalam ibadah, dan sesat sebagaimana pelaku pengeboman bunuh diri di Indonesia. 

Beribadah dengan harapan (raja’) saja, akan membuat Anda menjadi murji’ah, yang berpendapat bahwa iman cukup di hati saja bukan perbuatan (shalat, zakat, dan lainnya). 
 
By : Rahmita Zulha
Sumber :  http://mutiaradibalikmusibah.blogspot.com/
»»  READMORE...

Saturday, October 13, 2012

Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah berfirman :

“Sesungguhnya agama (yang ada) di sisi Allah adalah Islam.” (Ali Imran: 19)

“Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) dari padanya dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (Ali Imran: 85).

“Hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu. Dan telah Aku sempurnakan nikmatKu untukmu dan Aku telah ridlai Islam sebagai agamamu.” (Al-Maidah: 3).


Sebagai agama yang sempurna dan diterima disisi Allah, maka setiap umat Islam wajib memahami dan meningkatkan ‘kualitas’ ke-Islam-annya dari waktu ke waktu.

Islam, ialah berserah diri kepada Allah dengan tauhid (hanya pada Allah, tidak bergantung pada makhluk dan benda lain) dan tunduk kepada-Nya dengan penuh kepatuhan akan segala perintah-Nya serta menjauhkan diri dari perbuatan (dan orang-orang yang melakukan) syirik.

Dan agama Islam, dalam pengertian tersebut, mempunyai tiga tingkatan, yaitu : Islam, Iman dan Ihsan, masing-masing tingkatan mempunyai rukun-rukunnya.

I. Tingkatan Islam

Adapun tingkatan Islam, rukunnya ada lima :

[1] Syahadat (pengakuan dengan hati dan lisan) bahwa “Laa Ilaaha Ilallaah” (Tiada sesembahan yang haq selain Allah) dan Muhammad adalah Rasulullah.
[2] Mendirikan shalat.
[3] Mengeluarkan zakat.
[4] Shiyam (puasa) pada bulan Ramadhan.
[5] Haji ke Baitullah Al-Haram.

[1]. Dalil Syahadat.

Firman Allah Ta’ala.
“Artinya : Allah menyatakan bahwa tiada sesembahan (yang haq) selain Dia, dengan senantiasa menegakkan keadilan (Juga menyatakan demikian itu) para malaikat dan orang-orang yang berilmu. Tiada sesembahan (yang haq) selain Dia. Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. [Al-Imraan : 18]

“Laa Ilaaha Ilallaah”‘ artinya : Tiada sesembahan yang haq selain Allah.

Syahadat ini mengandung dua unsur : menolak dan menetapkan. “Laa Ilaaha”, adalah menolak segala sembahan selain Allah. “Illallaah” adalah menetapkan bahwa penyembahan itu hanya untuk Allah semata-mata, tiada sesuatu apapun yang boleh dijadikan sekutu didalam penyembahan kepada-Nya, sebagaimana tiada sesuatu apapun yang boleh dijadikan sekutu di dalam kekuasaan-Nya.

Tafsiran syahadat tersebut diperjelas oleh firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.
“Artinya : Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kepada kaumnya : ‘Sesungguhnya aku menyatakan lepas dari segala yang kamu sembah, kecuali Tuhan yang telah menciptakan-ku, karena sesungguhnya Dia akan menunjuki’. Dan (Ibrahim) menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yang kekal pada keturunannya supaya mereka senantiasa kembali (kepada tauhid)”. [Az-Zukhruf : 26-28]

“Artinya : Katakanlah (Muhammad) : ‘Hai ahli kitab ! Marilah kamu kepada suatu kalimat yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, yaitu ; hendaklah kita tidak menyembah selain Allah dan tidak mempersekutukan sesuatu apapun dengan-Nya serta janganlah sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka :’Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang muslim (menyerahkan diri kepada Allah)”. [Ali 'Imran : 64]

Adapun dalil syahadat bahwa Muhammad adalah Rasulullah.

Firman Allah Ta’ala.

“Artinya : Sungguh, telah datang kepadamu seorang rasul dari kalangan kamu sendiri, terasa berat olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) untukmu, amat belas kasihan lagi penyayang kepada orang-orang yang beriman”. [At-Taubah : 128]

Syahadat bahwa Muhammad adalah Rasulullah, berarti : mentaati apa yang diperintahkannya, membenarkan apa yang diberitakannya, menjauhi apa yang dilarang serta dicegahnya, dan menyembah Allah hanya dengan cara yang disyariatkannya.

[2]. Dalil Shalat dan Zakat serta tafsiran Tauhid.

Firman Allah Ta’ala.
“Artinya : Padahal mereka tidaklah diperintahkan kecuali supaya beribadah kepada Allah, dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya lagi bersikap lurus, dan supaya mereka mendirikan Shalat serta mengeluarkan Zakat. Demikian itulah tuntunan agama yang lurus”. [Al-Bayyinah : 5]

[3]. Dalil Shiyam (Puasa Ramadhan)

Firman Allah Ta’ala.
“Artinya : Wahai orang-orang yang beriman ! Diwajibkan kepada kamu untuk melakukan shiyam, sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa”. [Al-Baqarah : 183]

[4]. Dalil Haji.

Firman Allah Ta’ala.
“Artinya : Dan hanya untuk Allah, wajib bagi manusia melakukan haji, yaitu (bagi) orang yang mampu mengadakan perjalanan ke Baitullah. Dan barangsiapa yang mengingkari (kewajiban haji) maka sesungguhnya Allah Maha tidak memerlukan semsesta alam”. [Al 'Imran : 97)]

II. Tingkatan Iman.

Iman itu lebih dari tujuh puluh cabang. Cabang yang paling tinggi ialah syahadat “Laa Ilaaha Ilallaah”, sedang cabang yang paling rendah ialah menyingkirkan gangguan dari jalan. Dan sifat malu adalah salah satu dari cabang Iman.

Rukun Iman ada enam, yaitu :

[1] Iman kepada Allah.
[2] Iman kepada para Malaikat-Nya.
[3] Iman kepada Kitab-kitab-Nya.
[4] Iman kepada para Rasul-Nya.
[5] Iman kepada hari Akhirat, dan
[6] Iman kepada Qadar, yang baik dan yang buruk. (Qadar : takdir, ketentuan Ilahi. Yaitu : Iman bahwa segala sesuatu yang terjadi di dalam semesta ini adalah diketahui, dikehendaki dan dijadikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala).

Dalil keenam rukun ini, firman Allah Ta’ala.

“Artinya : Berbakti (dari Iman) itu bukanlah sekedar menghadapkan wajahmu (dalam shalat) ke arah Timur dan Barat, tetapi berbakti (dan Iman) yang sebenarnya ialah iman seseorang kepada Allah, hari Akhirat, para Malaikat, Kitab-kitab dan Nabi-nabi…” [Al-Baqarah : 177]

Dan firman Allah Ta’ala.

“Artinya : Sesungguhnya segala sesuatu telah Kami ciptakan sesuai dengan qadar”. [Al-Qomar : 49]

III. Tingkatan Ihsan.

Ihsan, rukunnya hanya satu, yaitu :

“Artinya : Beribadah kepada Allah dalam keadaan seakan-akan kamu melihat-Nya. Jika kamu tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu”. [Pengertian Ihsan tersebut adalah penggalan dari hadits Jibril, yang dituturkan oleh Umar bin Al-Khaththab Radhiyallahu 'Anhu, sebagaimana akan disebutkan]

Dalilnya, firman Allah Ta’ala.

“Artinya : Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat ihsan“. [An-Nahl : 128]

Dan firman Allah Ta’ala.

“Artinya : Dan bertakwallah kepada (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. Yang melihatmu ketika kamu berdiri (untuk shalat) dan (melihat) perubahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud. Sesunnguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. [Asy-Syu'araa : 217-220]

Serta firman-Nya.

“Artinya : Dalam keadaan apapun kamu berada, dan (ayat) apapun dari Al-Qur’an yang kamu baca, serta pekerjaan apa saja yang kamu kerjakan, tidak lain kami adalah menjadi saksi atasmu diwaktu kamu melakukannya”. [Yunus : 61]

Adapun dalilnya dari Sunnah, ialah hadits Jibril[1] yang masyhur, yang diriwayatkan dari ‘Umar bin Al-Khaththab Radhiyallahu ‘anhu.

“Artinya : Ketika kami sedang duduk di sisi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba muncul ke arah kami seorang laki-laki, sangat putih pakaiannya, hitam pekat rambutnya, tidak tampak pada tubuhnya tanda-tanda sehabis dari bepergian jauh dan tiada seorangpun di antara kami yang mengenalnya. Lalu orang itu duduk di hadapan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dengan menyandarkan kelututnya pada kedua lutut beliau serta meletakkan kedua telapak tangannya di atas kedua paha beliau, dan berkata : ‘Ya Muhammad, beritahulah aku tentang Islam’, maka beliau menjawab :’Yaitu : bersyahadat bahwa tiada sesembahan yang haq selain Allah serta Muhammad adalah Rasulullah, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, melakukan shiyam pada bulan Ramadhan dan melaksanakan haji ke Baitullah jika kamu mampu untuk mengadakan perjalanan ke sana’. Lelaki itu pun berkata : ‘Benarlah engkau’. Kata Umar :’Kami merasa heran kepadanya, ia bertanya kepada beliau, tetapi juga membenarkan beliau. Lalu ia berkata : ‘Beritahulah aku tentang Iman’. Beliau menjawab :’Yaitu : Beriman kepada Allah, para Malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya dan hari Akhirat, serta beriman kepada Qadar yang baik dan yang buruk’. Ia pun berkata : ‘Benarlah engkau’. Kemudian ia berkata : ‘Beritahullah aku tentang Ihsan’. Beliau menjawab : Yaitu : Beribadah kepada Allah dalam keadaan seakan-akan kamu melihat-Nya. Jika kamu tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu’. Ia berkata lagi. Beritahulah aku tentang hari Kiamat. Beliau menjawab : ‘Orang yang ditanya tentang hal tersebut tidak lebih tahu dari pada orang yang bertanya’. AKhirnya ia berkata :’Beritahulah aku sebagian dari tanda-tanda Kiamat itu’. Beliau menjawab : Yaitu : ‘Apabila ada hamba sahaya wanita melahirkan tuannya dan apabila kamu melihat orang-orang tak beralas kaki, tak berpakaian sempurna melarat lagi, pengembala domba saling membangga-banggakan diri dalam membangun bangunan yang tinggi’. Kata Umar : Lalu pergilah orang laki-laki itu, semantara kami berdiam diri saja dalam waktu yang lama, sehingga Nabi bertanya : Hai Umar, tahukah kamu siapakah orang yang bertanya itu ? Aku menjawab : Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui. Beliau pun bersabda : ‘Dia adalah Jibril, telah datang kepada kalian untuk mengajarkan urusan agama kalian”. [2]


[Diringkas dari sumber aslinya dengan sedikit penyederhanaan bahasa, bersumber dari buku Tiga Landasan Utama, Oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab hal 18-26, Kementrian Urusan Islam, Waqaf, Da'wah dan Penyuluhan Urusan Penerbitan dan Penyebarab Kerajaan Arab Saudi]
________
Fote Note.
[1] Disebut hadits jibril, karena jibril-lah yang datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dengan menanyakan kepada beliau tentang, Islam, Iman dan masalah hari Kiamat. Hal itu dimaksudkan untuk memberikan pelajaran kepada kaum muslimin tentang masalah-masaalah agama.
[2]. [Hadits Riwayat Muslim dalam Shahihnya, kitab Al-Iman, bab 1, hadits ke 1. Dan diriwayatkan juga hadits dengan lafadz seperti ini dari Abu Hurairah oleh Al-Bukhari dalam Shahih-nya, kitab Al-Iman, bab 37, hadits ke 1.

#Ireka Salsabila
»»  READMORE...
Anak-anak di jalan Allah, alhamdulillah kita sudah mengetahui siapa Robb kita, siapa nabi kita dan apa agama kita. Ingatlah selalu bahwa ketiga hal itu adalah yang paling utama kita pelajari agar bermanfaat di dunia dan akhirat.
Ketahuilah islam itu memiliki beberapa rukun, diantarnya rukun islam yang berjumlah 5 yaitu:

-Syahadat
-Mengerjakan sholat wajib 5 waktu
-Membayar zakat
-Shoum/puasa di bulan Ramadhan
-Naik haji ke Makkah bila memiliki kemampuan

Rukun islam itu adalah hal yang wajib kita amalkan sepanjang hidup sampai Alloh mencabut nafas kita. Hendaknya kalian selalu berdo`a agar dimudahkan oleh Alloh dalam mengamalkannya. Semoga Alloh memudahkan hidup kalian, ketahuilah pula ada rukun iman yang berjumlah 6, yaitu:

-Iman kepada Allah ta`ala
-Iman kepada malaikat Allah
-Iman kepada kitab-kitab Alloh
-Iman kepda rasul Allah
-Iman kepada hari kiamat
-Iman kepada qodho` dan qodar yaqng baik maupun yang buruk

Ke-6 rukun ditas harus kita imani dan kita harus pelajari agar kita tidak terjatuh pada pemahaman yang jauh dari tuntunan Rasulullah yang sesuai pemahaman para sahabat beliau shallallahu `alaihi wassallam dan para penerusnya.

Anak-anak, semoga Allah memudahkan kalian. Rukun Islam yang lima dan Rukun Iman yang enam akan kalian dapati di kumpulan Hadits Arbain an Nawawi di hadits ke-2 yaitu yang lebih mahsyur disebut Hadits Jibril. Hafalkan ya..


#Ireka Salsabila
»»  READMORE...
Pengertian iman dari bahasa Arab yang artinya percaya. Sedangkan menurut istilah, pengertian iman adalah membenarkan dengan hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan tindakan (perbuatan). Dengan demikian, pengertian iman kepada Allah adalah membenarkan dengan hati bahwa Allah itu benar-benar ada dengan segala sifat keagungan dan kesempurnaanNya, kemudian pengakuan itu diikrarkan dengan lisan, serta dibuktikan dengan amal perbuatan secara nyata.


Jadi, seseorang dapat dikatakan sebagai mukmin (orang yang beriman) sempurna apabila memenuhi ketiga unsur keimanan di atas. Apabila seseorang mengakui dalam hatinya tentang keberadaan Allah, tetapi tidak diikrarkan dengan lisan dan dibuktikan dengan amal perbuatan, maka orang tersebut tidak dapat dikatakan sebagai mukmin yang sempurna. Sebab, ketiga unsur keimanan tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisahkan.

Beriman kepada Allah adalah kebutuhan yang sangat mendasar bagi seseorang. Allah memerintahkan agar ummat manusia beriman kepada-Nya, sebagaimana firman Allah yang artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman. Tetaplah beriman kepada Allah dan RasulNya (Muhammad) dan kepada Kitab (Al Qur’an) yang diturunkan kepada RasulNya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasulNya, dan hari kemudian, maka sungguh orang itu telah tersesat sangat jauh.” (Q.S. An Nisa : 136)

Ayat di atas memberikan penjelasan bahwa Bila kita ingkar kepada Allah, maka akan mengalami kesesatan yang nyata. Orang yang sesat tidak akan merasakan kebahagiaan dalam hidup. Oleh karena itu, beriman kepada Allah sesungguhnya adalah untuk kebaikan manusia.

Iman Kepada Malaikat
Salah satu makhluk Allah swt. yang diciptakan di alam ini adalah malaikat. Dia bersifat gaib bagi manusia, karena tidak dapat dilihat ataupun disentuh dengan panca indra manusia.
Sebagai muslim kita diwajibkan beriman kepada malaikat. Iman kepada malaikat tersebut termasuk rukun iman yang kedua. Apa yang dimaksud iman kepada malaikat? Iman kepada malaikat berarti meyakini dan membenarkan dengan sepenuh hati bahwa Allah telah menciptakan malaikat yang diutus untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu dari Allah.

Dasar yang menjelaskan adanya makhluk malaikat tercantum dalam ayat berikut ini yang artinya:
“Segala puji bagi Allah pencipta langit dan bumi, yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat.” (Q.S. Fatir: 1)

Hal tersebut juga dijelaskan dalam hadits riwayat Muslim tentang iman dan rukunnya. Dari Abdullah bin Umar, ketika diminta untuk menjelaskan iman, Rasulullah bersabda, “iman itu engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, Rasul-rasulNya dan hari akhir serta beriman kepada ketentuan (takdir) yang baik maupun yang buruk.”

Dalam hadits tersebut, percaya kepada malaikat merupakan unsur kedua keimanan dalam Islam. Percaya kepada malaikat sangatlah penting karena akan dapat memurnikan dan membebaskan konsep tauhid dari bayangan syirik.

Dari ayat dan hadits di atas dapat diketahui bahwa beriman kepada malaikat merupakan perintah Allah dan menjadi salah satu syarat keimanan seseorang. Kita beriman kepada malaikat karena Al Qur’an dan Nabi memerintahkannya, sebagaimana kita beriman kepada Allah dan Nabi-Nya.

#Ireka Salsabila
yuireka-maniac.blogspot.com
»»  READMORE...

Wednesday, October 10, 2012


Mau Meraih Surga? Ya Berbuatlah Baik Karena Allah
 
malan ahlul jannah (penghuni surga) adalah iman, takwa, dan amal shalih yang lain
Rabu, 12 September 2012 
“PERCUMA sholat jika jarang berbuat baik. YANG penting berbuat baik sama orang, meski tidak sholat,” demikian kalimat yang sering kita dengar di masyarakat.
Kekeliruan seperti ini adalah kesalahan konsep berfikir yang sangat berbahaya dan menyesatkan. Surga bukan tempat gratis. Bahkan untuk bisa survive hidup di kota Metropoliran seperti Jakarta saja, mandi dan buang air bersa haruslah membayar, apalagi nilai sebuah surga Allah Subhanahu wata’a.
Benarkah dengan cukup berbuat baik dan beramal orang bisa meraih surga? Tunggu dulu. Kalau cara pandang seperti itu digunakan, betapa banyak pencuri dan perampok baik hati memenuhi surga Allah. Lantas, di mana keadilan Allah kepada orang-orang miskin tapi taat beribadah? Di mana mereka (mungkin) tidak banyak melakukan infaq, shadaqoh?
Kemuliaan surga tidak akan diberikan oleh Allah secara gratis, melainkan kepada hamba-hamba-Nya beriman, bebramal shalih, berjihad di Jalan Allah dan bersabar.
Seperti yang telah dicontohkan oleh para sahabat dan ulama-ulama terdahulu. Abu Bakar adalah satu-satunya orang yang menemani Nabi di gua hingga hanya berdua bersama nabi, mengorbankan hartanya, dan dipanggil dari delapan pintu surga, dan ketika menjadi khalifah, beliau justru melawan orang-orang murtad.
Umar bin Khattab menjadi pemimpin yang paling merakyat. Rela bersusah payah demi hak-hak rakyatnya. Dan tiadalah setan bertemu Umar bin Khattab melainkan lari terbirit-birit. Ide-idenya juga menjadikan wahyu diturunkan lebih dari sekali.
Utsman bin Affan telah mempersiapkan jaisy al-‘usrah, mewaqafkan sumur Rumat untuk umat Islam yang dilanda kekeringan, dan menghatamkan Al-Qur’an dalam setiap raka’at sejarahnya.
Ali telah merelakan dirinya mengganti posisi tidur Rasulullah di ranjang beliau tatkala malam hijrah. Ia juga ksatria perang tanding ketika Badar, pembuka benteng Yahudi di Khaibar, dan penakluk para penentang Islam.
Khalid bin Walid telah mengikuti seratus laga peperangan, membunuh lima ribu prajurit musuh dengan tangannya, dan mematahkan sembilan pedang.
Abdurrahman bin Auf telah menyedekahkan 1000 ekor unta sekaligus muatannya untuk kaum fuqara. Dan, tidak pernah menghadapi meja makan, melainkan menangis karena ingat penderitaan Rasulullah dan para sahabat-sahabatnya.
Sementara itu dari sisi keilmuan, Jabin bin Abdullah harus menempuh sebulan perjalanan ke Mesir hanya untuk peroleh satu hadits, dan Ibnu Musayyab harus menempuh tiga hari perjalanan untuk peroleh jawaban satu masalah.
Ya, mereka itulah calon penghuni surga yang telah Allah janjikan kepada hamba-Nya yang mau bersabar dan berjihad. Bahkan Allah secara tegas mengatakan kepada umat Islam bahwa surga hanya akan diperoleh oleh Muslim yang mau berjihad dan bersabar.
“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.” (QS. 3 : 142).
Ibn Katsir menjelaskan dalam tafsirnya; “Kalian tidak akan masuk surga sehingga kalian diuji dan nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di jalan-Nya dan orang yang sabar dalam melawan musuh”.
Syeikhul Ibnu Taimiyyah pernah ditanya, tentang amalan ahlul jannah dan amal perbuatan yang menyebabkan seseorang menjadi penghuni neraka. Beliau menjawab,  amalan ahlul jannah (penghuni surga) adalah iman, takwa, dan amal shalih yang lain. Adapun perbuatan penghuni neraka ketika di dunia adalah kekufuran, kefasikan, dan kemaksiatan. Amalan ahlul jannah adalah beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, percaya adanya hari akhir, serta beriman kepada takdir yang baik dan yang buruk. Amalan lainnya adalah mengucapkan syahadatain; Laa ilaha illallah dan Muhammad Rasulullah, menegakkan shalat, membayar zakat, puasa di bulan Ramadhan, dan haji ke Baitullah. Demikian pula, seorang ahlul jannah ketika di dunia adalah seorang muhsin (berbuat ihsan). Maksudnya, beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, kalaupun engkau tidak bisa melihat-Nya maka sungguh Dia pasti melihatmu.
Al-Quran memberi sedikit gambaran siapa-siapa yang akan bertempat di surga.
وَمَن يُطِعِ اللّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
وَمَن يَعْصِ اللّهَ وَرَسُولَهُ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُ يُدْخِلْهُ نَاراً خَالِداً فِيهَا وَلَهُ عَذَابٌ مُّهِينٌ
“Siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dalam keadaan mereka kekal di dalamnya. Yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar. Dan siapa yang bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya lagi melampaui batasan-batasan-Nya niscaya Allah akan masukkan dia ke dalam neraka dalam keadaan kekal di dalamnya dan untuknya di dalam neraka itu azab yang hina.” (QS: an-Nisa: 13—14).
Begitulah penjelasan Allah Subhanahu Wata’ala. Tentu, berbuat baik pada orang dan tetangga atau sering beramal saja tidaklah cukup memenuhi syarat. Sarat lain adalah taqwa, iman dan tunduk aturan-aturan Allah Subhanahu Wata’ala. Perampok, orang atheis bisa saja beramal karena uangnya, namun mereka bukan karena Allah. Sehingga amal-amalnya tertolak dan sia-sia.
Muhsinin
Kita masih berpeluang mendapatkan surga dengan tetap menjadikan ajaran Islam sebagai pola pikir kita sehari-hari. Allah akan menyambut orang yang punya niat yang ikhlas untuk mendapat keridhoan-Nya. Bahkan Allah akan selalu menyertai orang-orang yang berbuat kebaikan (muhsinin).
“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik,” (QS. 29 : 69).
Jadi, jangan khawatir Allah tetap memberikan perhatian besar kepada kita untuk sama-sama bisa mendapat keridhoan-Nya hingga kelak diberi ganjaran terbaik di dalam surga-Nya. Dengan catatan, kita membiasakan diri untuk senantiasa berbuat baik.
Dari Abu Hurairah r.a, “Telah bersabda Rasulullah saw, “Ada seorang  laki-laki sedang naza’ (dalam kondisi sakaratul maut), ia tidak pernah mengerjakan kebaikan, (kecuali) sekadar menyingkirkan ranting berduri dari jalan; ada kalanya ranting itu berada di atas pohon lalu dipotong, kemudian dibuangnya (jauh), dan ada kalanya ia sengaja dipasang (di tengah jalan) lalu disingkirkannya. Kemudian karenanya Allah berterima kasih kepadanya, lalu dimasukkanlah ia oleh-Nya ke surga.” (HR. Imam Abu Daud, Imam Ibnu Hibban dengan derjajat shahih).
Berbuat baik dengan menyingkirkan ranting di jalan saja, Allah berikan balasan surga. Bagaimana jika kita berusaha taat aturan Allah Subhanahu Wata’ala (mengikuti standar Al-Quran dan As Sunnah) setiap saat, setiap hari, dan sepanjang waktu. Juga meningkatkan kualitas iman kita terus-menerus menjadi lebih baik, sampai bertambah ketaatan kita padaNya?
Berbuat baik berarti berbuat ihsan. Dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa ihsan adalah gradasi tertinggi dari keimanan setiap Muslim. Setiap Muslim yang mampu berbuat ihsan insya Allah akan dekat dengan keridhoan-Nya. Sebab Muslim yang ihsan akan senantiasa menahan diri dari berbuat aniaya (dosa), dan bersegera dalam kebaikan. Hatinya dipenuhi kesadaran bahwa Allah SWT senantiasa mengawasi gerak-geriknya.
Bilal bin Rabbah senantiasa menjaga wudhunya agar terhindar dari berbuat maksiat. Karena kebiasaan menjaga kesucian diri dengan berwudhu, terompah Bilal dikatakan Nabi telah berada di dalam surga. Nabi Daud a.s melakukan sehari puasa sehari buka agar terhindar dari berbuat aniaya kepada diri dan orang lain. Apalagi mengingat posisinya sebagai seorang penguasa, yang jika tidak hati-hati dan waspada sangat mudah tergelincir pada keserakahan dan kesesatan.
Sekiranya, umat Islam di tanah air seluruhnya mau beriman dan berbuat baik (ihsan) tentu tentramlah kehidupan bangsa dan negara ini. Karena Allah telah berjanji akan menurunkan rahmat dan berkahNya hanya kepada orang-orang yang beriman dan berbuat baik.
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُواْ وَاتَّقَواْ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ وَلَـكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.”(QS: Al-A’raf[ 7]: 96).
Mengapa kehidupan kita jauh dari berkah dan rahmat Allah? Mengapa pula kehidupan berbangsa kita terus-terusan amburadul? Jangan-jangan, kita semua telah silap dengan peringatan Allah ini. Wallahu A’lam

Source : http://www.hidayatullah.com/read/24748/12/09/2012/mau-meraih-surga?-ya-berbuatlah-baik-karena-allah-.html
#Rany Anggara
»»  READMORE...

Kuatkan Imanmu, Peliharalah Rasa Malu
Nabi senantiasa menjaga diri dari yang tidak baik (iffah) dan menjaga kesendirian

 “SESUNGGUHNYA setiap agama mempunyai akhlak dan sesungguhnya akhlak Islam adalah malu,” demikian hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah.

Malu bukanlah sifat yang mudah untuk dimiiki. Malu hanya akan tumbuh dan menjadi perangai seorang Muslim manakala imannya kepada Allah dan hari akhir benar-benar sangat kokoh.
Hari ini nampaknya sebagian besar umat Islam agak abai dengan sifat malu ini. Contoh paling nyata adalah beberapa sikap kaum Muslimah yang belum menutup aurat ketika memajang foto-foto yang semestinya tidak di upload ke dunia maya malah justru sangat disenangi dan digandrungi.
Bahkan ada yang suka memasang foto dirinya saat berenang dengan pakaian yang tidak sepantasnya. Demikian pula dengan yang laki-laki yang juga memajang foto-foto anggota badan yang termasuk aurat ke dalam status Facebook-nya.
Mengenai aurat ini, perhatian Rasulullah sangat tegas. Beliau bersabda; “Sesungguhnya Allah Maha lembut, Maha malu dan Maha menutupi, Dia menyukai sifat malu dan menutupi, maka jika salah seorang dari kalian mandi, hendaknya dia menutup diri.”
Dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa lihat dari sikap sebagian kaum Muslimin yang tidak bersegera menunaikan kewajiban-kewajibannya. Sudah tahu waktu sholat tidak lama lagi, lantunan adzan pun mulai terdengar, tetapi masih lebih memilih asyik nonton di depan TV, bahkan sebagian lainnya masih asyik ber-Facebook ria. Hal ini juga menandakan bahwa sifat malu belum menjadi bagian tak terpisahkan dari sebagian umat Islam.
Dalam ajaran Islam, seorang Muslim yang melakukan dua contoh sikap di atas, dan termasuk Muslim yang mengabaikan imannya hanya karena urusan keduniaan, termasuk kelompok Muslim yang belum memiliki rasa malu. Mengapa demikian?
Suatu ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam bersabda; “Malulah kalian kepada Allah dengan sebenar-benarnya malu.” Mereka menjawab, “Alhamdulillah, kami malu.”
Nabi pun melanjutkan sabdanya; “Bukan itu, akan tetapi malu kepada Allah dengan sebenar-benarnya adalah hendaknya kamu menjaga kepala dan apa yang dipahaminya, menjaga perut dengan isisnya, hendaknya kamu mengingat kematian dan hancurnya jasad sesudahnya, barangsiapa menginginkan akhirat, niscaya dia meninggalkan perhiasan dunia, barangsiapa melakukan hal itu, maka dia tetlah malu kepada Allah dengan sebenar-benarnya.” 
(HR. Tirmidzi).
Itulah mengapa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam tidak pernah melewati malam melainkan dengan bangun untuk tahajjud. Beliau malu kepada Allah jika nikmat yang begitu besar dan amanah yang tidak ringan tidak ditunaikan secara sungguh-sungguh dengan penuh kesyukuran. Beliau malu jika sepanjang malam digunakan hanya untuk tidur. Demikianlah sifat manusia agung yang sangat pemalu, terutama kepada Allah Subhanahu Wata’ala.
Ketika malam Mi’raj dalam perjalanan beliau kembali ke langit dunia untuk membawa perintah mendirikan sholat, beliau bolak-balik menghadap Allah karena mendapat saran Nabi Musa agar perintah sholat yang Allah wajibkan atas umatnya dikurangi jumlah raka’atnya.
Akhirnya setelah mendapatkan keringanan menjalankan shalat lima waktu sehari semalam, Nabi Musa masih menyarankan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam minta keringanan kepada Allah. “Istahyaytu min rabbi” demikian jawab manusia agung itu. “Aku malu kepada Rabbku”. Subhanallah, Rasulullah saja malu meminta keringanan lagi, lalu mengapa sebagian umat Islam tidak bersemangat mendirikan shalat.
Bahkan Rasulullah malu hanya berdoa untuk dirinya sendiri. Beliau malu kepada Allah sekaligus malu kepada seluruh umatnya jika berdoa hanya untuk diri beliau sendiri, apalagi setiap doa beliau pasti dikabulkan oleh Allah Subhanahu Wata’ala.
Hal ini beliau jelaskan dalam sebuah sabdanya; “Setiap Nabi mempunyai doa yang mustajab, lalu masing-masing dari mereka bersegera menggunakan doanya (di dunia), namun aku menyimpan doaku sebagai syafa’at bagi umatku di hari kiamat, ia akan didapatkan Insya Allah oleh siapa pun dari umatku yang mati daam keadaan tidak mempersekutukan Allah dengan apa pun.” (HR. Bukhari).
Jika Rasulullah malu kepada kita sebagai umatnya, dan mengkhususkan doa mustajabnya untuk kita, lalu mengapa kita tidak malu mengabaikan amanah dan sunnah-sunnah beliau, sementara kita selalu berharap mendapat syafaatnya kelak di hari kiamat?
Malu dalam Pergaulan
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam juga sangat memperhatikan rasa malu dalam pergaulan. Aisyah mengatakan bahwa beliau senantiasa menjaga diri dari yang tidak baik (iffah) dan menjaga kesendirian.“Nabi seorang yang tidak suka berkata kotor, tidak gemar menjelek-jelekkan, dan tidak berteriak-teriak di pasar,” demikian tutur istri beliau yang banyak meriwayatkan hadits-haditsnya.
Urusan malu adalah urusan iman dan termasuk perkara yang besar. “Malu itu termasuk dari iman, dan iman itu di dalam surga, keburukan ucapan termasuk sikap tidak peduli (kurang ajar) dan sikap tidak peduli itu adalah di neraka,” demikian tegas Rasulullah sebagaimana diriwayatkan oeh Tirmidzi.
Rasulullah menjelaskan bahwa malu adalah lawan dari keburukan ucapan, ia tidak akan pernah sejalan dengannya. Manakala kita menjumpai manusia yang lisannya selalu menjelek-jelekkan orang lain, dan membangga-banggakan dirinya, cukuplah bukti bahwa orang itu tidak punya rasa malu yang berarti cacat keimanannya. Dan, tidak ada yang dikehendakinya melainkan kehidupan dunia belaka.
Di sinilah fungsi utama akhlak. Oleh karena itu akhlak dalam Islam itu meliputi banyak sisi, mulai dari akhlak kepada Allah, manusia dan alam semesta.
Maka dari itu, milikilah akhlak yang mulia karena hanya dengan akhlak mulia itu seorang Muslim akan memiliki rasa malu yang sebenar-benarnya. Bukan rasa malu yang umum disalahpahami oleh kebanyakan manusia, dimana malu hanya ditujukan kepada manusia. Padahal malu yang benar adalah malu kepada Allah bukan kepada manusia.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam bersabda; “Seseorang lebih patut untuk malu kepada Allah daripada kepada manusia.” (HR. Abu Dawud).*
Perilaku sebagian orang yang gemar mengambil hak orang lain (korupsi), tidak jujur, dan takut diketahui orang segala rencana dan perbuatannya yang merusak, semuanya termasuk sifat tercela dan menunjukkan ketiadaan rasa malu yang benar kepada Allah SWT.
Orang yang seperti itu biasanya akan shock jika keburukannya diketahui oleh orang lain, sebab baginya tidak ada yang lebih ditakutkan kecuali ada manusia mengetahuinya. Terhadap Allah, orang seperti itu tidak benar-benar malu. Oleh karena itu tidak mengherankan jika mereka berani melawan perintah Allah, asalkan manusia tidak mengetahui dan menentangnya. Naudzubillah.
Terhadap orang seperti itu, Rasulullah bersabda; “Sesungguhnya di antara ajaran yang manusia dapatkan dari perkataan kenabian yang pertama adalah Apabila engkau tidak malu, maka lakukanlah apa saja yang kau mau.” (HR. Bukhari).
Di dalam Al-Qur’an, Allah berfirman; “Perbuatlah apa yang kamu kehendaki; sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. 41: 40).
Tentu penegasan Rasulullah yang terakhir itu bukanlah perintah untuk berbuat sesuka hati, melainkan untuk menghindar dari perbuatan memperturutkan hawa nafsu. Karena menuruti hawa nafsu akan menghilangkan kemampuan akal sehat dan menjadikan seorang manusia hidup tanpa iman dan karena itu tidak punya sifat malu. Padahal dalam Islam, malu adalah bagian dari keimanan.*
#Rany Anggara
»»  READMORE...

Sunday, October 07, 2012

Allah telah berfirman:
"Bukanlah Muhammad itu menjadi bapak kepada salah seorang dari lelaki-lelaki kamu, akan tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup sekalian Nabi-nabi, dan adalah Allah Maha Mengetahui terhadap segala sesuatu." (Al-Ahzab: 40)
Yang hendak diperhatikan di sini ialah, bahwa Muhammad itu adalah penutup sekalian Nabi dan Rasul. Tidak ada lagi Nabi dan Rasul sesudahnya. Maka barangsiapa yang mengaku diri Nabi atau Rasul, dia itu adalah pendusta, jangan kamu percaya kepadanya. Peristiwa turunnya ayat ini juga mengenai peribadi Zaid bin Haritsah, yang diakui oleh Nabi SAW sebagai anaknya sendiri, lalu Allah ta'ala melarang beliau menisbahkan Zaid kepada dirinya sebagai anak, kerana banyak hal-hal yang akan terlibat dalam peraturan keluarga dan pewarisan yang akan berlaku dari sebab pengakuan itu akan bertentangan dengan peraturan syariat Islam yang asal.

"Wahai Nabi! Sesungguhnya Kami mengutusmu sebagai penyaksi dan pembawa berita gembira dan pengancam, dan sebagai penyeru kepada Allah dengan keizinannya dan sebagai cahaya yang menerangi.' (Al-Ahzab: 45-46)
Utusan Nabi Muhammad SAW itu sebagai penyaksi bagi sesiapa yang menurut syariat Islam dan sesiapa yang mengingkarinya. Kerana tugas Nabi SAW itu hanya menyampaikan saja, dan kalau ada orang yang tidak mengakuinya, maka dia yang akan menanggung balanya, kerana dia telah menolak perutusan yang dibawa daripada Allah ta'ala itu. Syariat yang dibawanya pula berlangsung hingga ke hari kiamat, tiada perubahan atau pergantian baginya, sebab itulah perutusannya itu diumpamakan sebagai cahaya yang menerangi alam ini, dan hanya orang yang buta sajalah tidak dapat melihat cahaya itu, sedang buta pula bukaniah buta mata kerana tidak dapat memandang, tetapi buta hati yang tidak dapat merasakan.

"Sesungguhnya Kami mengutusmu sebagai saksi dan pembawa berita gembira dan ancaman, supaya kamu beriman kepada Allah dan RasulNya, dan agar kamu mengagungkanNya, membesarkanNya dan bertasbih kepadaNya setiap pagi dan petang." (Al-Fath: 8-9)
"Kami mengutusmu dengan kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan pengancam, dan engkau tidak akan diminta (pertanggunganjawab) tentang para penghuni neraka Jahim.' (Al-Baqarah: 119)
Apabila perutusan Nabi Muhammad SAW itu telah jelas kepada kamu, maka hendaklah kamu mengimani Allah dan membesarkannya pada segala masa dan tempat, dan jangan sekahkali kamu menyeleweng dari jalan yang ditunjuk oleh Nabi SAW agar kamu terselamat dari menduduki neraka Jahim yang disediakan buat orang-orang yang mengkufurinya.

Kami mengutusmu dengan kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan ancaman. Dan tiada suatu ummat pun melainkan padanya ada pengancamnya." (Fathir: 24)
"Dan tiadalah Kami mengutusmu melainkan kepada ummat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan ancaman, akan tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui." (Saba': 28)
Dan tiadalah Kami mengutusmu melainkan sebagai pembawa berita gembira dan ancaman." (Al-Furqan: 56)
Setiap ummat sebelum kamu memang sudah ada Nabi dan RasulNya, dan masing-masing mereka juga membawa berita yang sama untuk memimpin manusia ke jalan hidayah agar mereka tiada tersalah jalan, lalu mereka akan celaka dan binasa. Semua orang yang berakal waras akan perutusan yang dibawa para Nabi dan Rasul itu, dan perutusan mereka akan dilindungi oleh Tuhan yang mengutus mereka, sehingga mereka selesai dari tugas itu dengan memperoleh kemenangan, meskipun orang-orang yang mengingkarinya tiada menyukainya.

"Dan tiadalah Kami mengutusmu melainkan sebagai rahmat kepada sekalian alam." (Al-Anbiya': 107)
"Dialah Tuhan yang inengutus RasuINya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar untuk dimenangkan ke atas semua agama yang lain, walaupun dibenci oleh kaum musyrikin." (As-Shaf: 9)
Perutusan para Rasul itu adalah sebagai rahmat dan belaskasihan Tuhan terhadap kamu, mengapa sampai kamu tidak mengerti. Dan mengapa kamu sampai mengakui agama yang membelokkan kamu dari jalan Allah, padahal kamu mengetahui bahwa Allah itulah yang menciptakan kamu dan memberikan segala keperluan kamu, mengapa kamu mengkufurinya?!

"Dan (ingatiah) pada hari yang Kami mengutus pada setiap ummat seorang saksi ke atas mereka dari diri mereka sendiri, dan Kami membawamu sebagai saksi ke atas seluruh manusia, dan Kami turunkan pula ke atasmu Kitab Al-Quran sebagai petunjuk kepada segala sesuatu dan sebagai petunjuk, rahmat dan berita gembira bagi kaum Muslimin.' (An-Nahl: 89)
"Dan begitulah, Kami menjadikan kamu sebagai ummat pertengahan untuk menjadi saksi-saksi ke atas manusia seluruhnya, dan Rasul (Muhammad) itu menjadi saksi pula ke atas kamu.' (Al-Baqarah: 143)
Ayat-ayat ini menunjukkan keutamaan Nabi Muhammad SAW dan ummatnya, kerana mereka akan menjadi saksi bagi pihak Nabi dan Rasul yang terdahulu ke atas ummat-ummat mereka yang mengingkari penyampaian perutusan Allah kepada mereka. Sebab itu pula, ummat Muhammad ini diberikan kitab Al-Quran yang menjadi pegangan mereka hingga ke hari kiamat.

"Sesungguhnya Allah telah menurunkan peringatan kepada kamu. laitu seorang Rasul (utusan) yang membacakan kepada kamu ayat-ayat Allah yang menerangkan (bermacam-macam hukum) untuk dia mengeluarkan orang-orang yang beriman dan beramal salih dari kegelapan kepada cahaya terang benderang, maka siapa beriman kepada Allah dan beramal salih akan dimasukkan Allah ke dalam syurga-syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai mereka kekal di dalamnya buat selama-lamanya, sungguh Allah telah memberikan rezeki yang baik kepadanya." (At-Thalaq: 10-11)
Kalau sudah jelas perkara itu, maka janganlah sampai kita melanggar perintah Nabi SAW kerana perintahnya itu adalah dari perintah Allah ta'ala, supaya kita memperoleh janji-janji Allah, yaitu untuk menduduki syurga yang penuh dengan bermacam-macam rezeki dan kenikmatan, dengan beramal salih dan meninggalkan perbuatan jahat, moga-moga kita dipelihara Allah.

"Sesungguhnya Allah telah memberi kurnia ke atas kaum Mukminin ketika dibangkitkan kepada mereka seorang Rasul dari antara mereka, dia membacakan kepada mereka ayat-ayatnya dan membersihkan jiwa mereka serta mengajarkan kepada mereka Kitab (Al-Quran) dan Hikmah (kebijaksanaan), dan sesungguhnya mereka sebelum itu adalah dalam kesesatan yang nyata." (Ali-Imran: 164)
"Sebagaimana Kami telah mengutus kepada kamu seorang Rasul dari antara kamu, yang membacakan kepada kamu ayat-ayat Kami dan membersihkan kamu serta mengajar kamu Kitab (Al-Quran) dan Hikmah (kebijaksanaan) dan mengajar kamu apa yang sebelum itu kamu tiada mengetahui. Maka kerana itu hendaklah kamu mengingatiku, niscaya Aku akan mengingati kamu, an bersyukurlah kepadaku dan jangan mengkufuriku!" (Al-Baqarah: 151-152)
"Sesungguhnya telah datang kepada kamu seorang Rasul dari antara kamu, dia menanggung berat apa yang dideritai kamu, sangat mengambil berat terhadap perkara kamu, sangat penyantun dan pembelas kepada kaum Mukminin." (At-Taubah: 117-118)
Kita wajib bersyukur atas nikmat Allah yang terbesar, yaitu nikmat Islam, nikmat yang mana tanpa perutusan Nabi Muhammad SAW niscaya nikmat itu tidak akan dicapai oleh kita kamu Muslimin umumnya. Sebab itu hendaklah kita mensyukuri Allah serta selalu 28 mengingatinya dan senantiasa bermohon agar nikmat Islam itu tinggal berkekalan dengan kita sampai ke akhir hayat. Di samping itu, kita wajib pula berterima kasih kepada Nabi Muhammad SAW yang telah berusaha dengan bersusah-payah hendak menyelamatkan kita dari kegelapan sesat kepada keterangan cahaya Islam itu.

"Maka disebabkan rahmat daripada Allahlah, engkau bersikap lemah-lembut kepada mereka. Dan sekiranya engkau bersikap keras, berhati kasar (kepada mereka), niscaya mereka akan menjauhkan diri dari sisimu. Maka maafkanlah mereka, mohonkanlah keampunan (Allah) buat mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan (mereka). Dan jika engkau sudah berazam, hendaklah engkau bertawakkal kepada Allah, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal (menyerah diri kepadaNya)." (Ali Imran: 159)
"jikalau kamu sekalian tidak menolongnya (Muhammad), maka Allah akan menolongnya, yaitu ketika mereka yang kufur (kepada Allah) mengeluarkannya (dari Makkah) sedang dia seorang dari yang dua, ketika kedua-duanya berada di dalam gua, lalu dia berkata kepada temannya'jangan engkau berdukacita, sesungguhnya Allah Ada bersama kita!', lalu Allah pun menurunkan perasaan ketenangan (daripadanya) kepadanya, dan diperbantukannya dengan bala tentera yang tidak kamu dapat melihatnya, dan Dia menjadikan kalimat orang-orang yang kafir itulah yang rendah, manakala kalimat Allah itulah yang tertinggi, dan Allah Maha Perkasa Maha Bijaksana." (At-Taubah: 40)
Allah ta'ala berjanji akan terus membantu Nabi Muhanunad SAW dari semua orang yang menentangnya, baik dari golongan mana sekalipun. lni terbukti dalam penyebaran agama Islam itu, meskipun beliau menempuh berbagAl-bagai malapetaka dan penganiayaan, akhirnya Islam itu diterima ummatnya dan terus dipertahankannya sampai ke akhir hayat beliau, dan sampai sekarang juga, yang kendatipun Nabi SAW sudah tidak ada lagi, namun pengikut-pengikutnya terus berjuang untuk menghidupkan seruan Islam yang dibawa oleh Nabi SAW sampai ke bila-bila masa saja.

"Muhammad itu adalah utusan Allah, dan orang-orang yang bersama-sama dengannya adalah sangat keras terhadap orangorang yang kafir, dan sangat berlemah-lembut di antara sesama mereka, engkau melihat mereka berukuk dan bersujud kerana mengharapkan kelebihan (kurnia) daripada Allah dan untuk memperoleh keridhaannya, tanda-tanda mereka tampak pada wajah mereka dari bekas-bekas sujud. Demikianlah perumpamaan mereka (yang tersebut) di dalam Taurat dan perumpamaan mereka di dalam Injil, seumpama tanaman yang mengeluarkan tunasnya, lalu ia meneguhkan (tanaman itu), lalu ia menebal dan menjadi kuat dan tegak lurus, yang sungguh menakjubkan para penanamnya, kerana Allah mau menjengkelkan kaum kafir (dengan perumpamaan itu). Allah menjanjikan orang-orang yang beriman dan beramal salih itu di antara mereka itu dengan pengampunan dan balasan pahala yang besar.' (Al-Fath: 29)
Ayat ini menggambarkan keadaan para sahabat Nabi SAW dan orang-orang yang meneruskan perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam memajukan penyebaran agama Islam itu. Mereka bersikap keras terhadap orang-orang kafir, dan berlemah-lembut di antara sesama mereka, ingatan mereka kepada Allah tidak pernah putus, sebab itu mereka terus berukuk dan bersujud untuk mengharapkan keridhaan Allah ta'ala, dan tanda kekhusyuan mereka itu ketara pada dahi mereka, yang mana ini patut menjadi contoh kepada seumum kaum Muslimin.

"Orang-orang yang mengikuti Rasul (utusan) Nabi yang ummi (tidak tahu tulis-baca), yang mereka mendapati namanya tertulis pada mereka di dalam Taurat dan lnjil, dia menyuruh mereka berbuat baik dan mencegah mereka dari berbuat mungkar (jahat), dia menghalalkan buat mereka segala yang baik-baik dan mengharamkan ke atas mereka segala yang buruk-buruk, dan dia mengangkat daripada mereka segala beban-beban mereka dan segala macam belenggu yang terbelit ke atas (tengkuk) mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya menyokongnya dan membantunya serta menurut cahaya yang diturunkan ke atasnya, mereka itulah orang-orang yang beruntung."
(Al-A'raf: 157)
Kalau kaum ahli kitab meyakini apa yang tertulis di dalam kitab-kitab mereka baik Injil maupun Taurat, maka mestilah mereka meyakini apa yang tersebut di dalam Al-Quran, kerana sumbernya satu. Meyakini kepada Al-Quran, mestilah dengan mempercayai apa yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW yang mana namanya dan perutusannya tersebut juga di dalam Injil dan Taurat. Mengapa kamu mendustakannya, padahal dia menyuruh kamu berbuat yang baik, dan melarang kamu dari perbuatan yang jahat. Dia juga menghalalkan mana yang baik-baik dan mengharamkan mana yang buruk-buruk. Dia juga telah menghapuskan segala tanggungan yang berat yang terbelenggu di leher kamu. Maka orang yang beriman dengan Nabi Muhammad SAW itu, yang membantunya serta menyokong perutusannya yang diumpamakan sebagai cahaya yang menerangi jalannya, mereka itulah orang-orang yang beruntung. 


#Ireka Salsabila
»»  READMORE...