Showing posts with label story. Show all posts
Showing posts with label story. Show all posts

Friday, November 02, 2012

Selera makanku mendadak punah. Hanya ada rasa kesal dan jengkel yang memenuhi kepala ini. Duh… betapa tidak gemas, dalam keadaan lapar memuncak seperti ini makanan yang tersedia tak ada yang memuaskan lidah. Sayur sop ini rasanya manis bak kolak pisang, sedang perkedelnya asin nggak ketulungan.

“Ummi… Ummi, kapan kau dapat memasak dengan benar…? Selalu saja, kalau tak keasinan…kemanisan, kalau tak keaseman… ya kepedesan!” Ya, aku tak bisa menahan emosi untuk tak menggerutu.”Sabar bi…, Rasulullah juga sabar terhadap masakan Aisyah dan Khodijah. Katanya mau kayak Rasul…? ” ucap isteriku kalem. “Iya… tapi abi kan manusia biasa. Abi belum bisa sabar seperti Rasul. Abi tak tahan kalau makan terus menerus seperti ini…!” Jawabku dengan nada tinggi. Mendengar ucapanku yang bernada emosi, kulihat isteriku menundukkan kepala dalam-dalam. Kalau sudah begitu, aku yakin pasti air matanya sudah merebak.



Sepekan sudah aku ke luar kota. Dan tentu, ketika pulang benak ini penuh dengan jumput-jumput harapan untuk menemukan ‘baiti jannati’ di rumahku. Namun apa yang terjadi…? Ternyata kenyataan tak sesuai dengan apa yang kuimpikan. Sesampainya di rumah, kepalaku malah mumet tujuh keliling. Bayangkan saja, rumah kontrakanku tak ubahnya laksana kapal burak (pecah). Pakaian bersih yang belum disetrika menggunung di sana sini. Piring-piring kotor berpesta pora di dapur, dan cucian… ouw… berember-ember. Ditambah lagi aroma bau busuknya yang menyengat, karena berhari-hari direndam dengan detergen tapi tak juga dicuci. Melihat keadaan seperti ini aku cuma bisa beristigfar sambil mengurut dada. “Ummi…ummi, bagaimana abi tak selalu kesal kalau keadaan terus menerus begini…?” ucapku sambil menggeleng-gelengkan kepala.

“Ummi… isteri sholihat itu tak hanya pandai ngisi pengajian, tapi dia juga harus pandai dalam mengatur tetek bengek urusan rumah tangga. Harus bisa masak, nyetrika, nyuci, jahit baju, beresin rumah…?” Belum sempat kata-kataku habis sudah terdengar ledakan tangis isteriku yang kelihatan begitu pilu. “Ah…wanita gampang sekali untuk menangis…,” batinku berkata dalam hati. “Sudah diam Mi, tak boleh cengeng. Katanya mau jadi isteri shalihat…? Isteri shalihat itu tidak cengeng,” bujukku hati-hati setelah melihat air matanya menganak sungai dipipinya. “Gimana nggak nangis! Baru juga pulang sudah ngomel-ngomel terus. Rumah ini berantakan karena memang ummi tak bisa mengerjakan apa-apa. Jangankan untuk kerja untuk jalan saja susah. Ummi kan muntah-muntah terus, ini badan rasanya tak bertenaga sama sekali,” ucap isteriku diselingi isak tangis. “Abi nggak ngerasain sih bagaimana maboknya orang yang hamil muda…” Ucap isteriku lagi, sementara air matanya kulihat tetap merebak.

Bi…, siang nanti antar Ummi ngaji ya…?” pinta isteriku. “Aduh, Mi… abi kan sibuk sekali hari ini. Berangkat sendiri saja ya?” ucapku. “Ya sudah, kalau abi sibuk, Ummi naik bis umum saja, mudah-mudahan nggak pingsan di jalan,” jawab isteriku. “Lho, kok bilang gitu…?” selaku. “Iya, dalam kondisi muntah-muntah seperti ini kepala Ummi gampang pusing kalau mencium bau bensin. Apalagi ditambah berdesak-desakan dalam bus dengan suasana panas menyengat. Tapi mudah-mudahan sih nggak kenapa-kenapa,” ucap isteriku lagi. “Ya sudah, kalau begitu naik bajaj saja,” jawabku ringan.

Pertemuan hari ini ternyata diundur pekan depan. Kesempatan waktu luang ini kugunakan untuk menjemput isteriku. Entah kenapa hati ini tiba-tiba saja menjadi rindu padanya. Motorku sudah sampai di tempat isteriku mengaji. Di depan pintu kulihat masih banyak sepatu berjajar, ini pertanda acara belum selesai. Kuperhatikan sepatu yang berjumlah delapan pasang itu satu persatu. Ah, semuanya indah-indah dan kelihatan harganya begitu mahal. “Wanita, memang suka yang indah-indah, sampai bentuk sepatu pun lucu-lucu,” aku membathin sendiri. Mataku tiba-tiba terantuk pandang pada sebuah sendal jepit yang diapit sepasang sepatu indah. Dug! Hati ini menjadi luruh.

“Oh….bukankah ini sandal jepit isteriku?” tanya hatiku. Lalu segera kuambil sandal jepit kumal yang tertindih sepatu indah itu. Tes! Air mataku jatuh tanpa terasa. Perih nian rasanya hati ini, kenapa baru sekarang sadar bahwa aku tak pernah memperhatikan isteriku. Sampai-sampai kemana ia pergi harus bersandal jepit kumal. Sementara teman-temannnya bersepatu bagus. “Maafkan aku Maryam,” pinta hatiku. “Krek…,” suara pintu terdengar dibuka. Aku terlonjak, lantas menyelinap ke tembok samping. Kulihat dua ukhti berjalan melintas sambil menggendong bocah mungil yang berjilbab indah dan cerah, secerah warna baju dan jilbab umminya. Beberapa menit setelah kepergian dua ukhti itu, kembali melintas ukhti-ukhti yang lain. Namun, belum juga kutemukan Maryamku. Aku menghitung sudah delapan orang keluar dari rumah itu, tapi isteriku belum juga keluar. Penantianku berakhir ketika sesosok tubuh berbaya gelap dan berjilbab hitam melintas.

“Ini dia mujahidahku!” pekik hatiku. Ia beda dengan yang lain, ia begitu bersahaja. Kalau yang lain memakai baju berbunga cerah indah, ia hanya memakai baju warna gelap yang sudah lusuh pula warnanya. Diam-diam hatiku kembali dirayapi perasaan berdosa karena selama ini kurang memperhatikan isteri. Ya, aku baru sadar, bahwa semenjak menikah belum pernah membelikan sepotong baju pun untuknya. Aku terlalu sibuk memperhatikan kekurangan-kekurangan isteriku, padahal di balik semua itu begitu banyak kelebihanmu, wahai Maryamku. Aku benar-benar menjadi malu pada Allah dan Rasul-Nya. Selama ini aku terlalu sibuk mengurus orang lain, sedang isteriku tak pernah kuurusi. Padahal Rasul telah berkata: “Yang terbaik di antara kamu adalah yang paling baik terhadap keluarganya.” Sedang aku..? Ah, kenapa pula aku lupa bahwa Allah menyuruh para suami agar menggauli isterinya dengan baik. Sedang aku…? terlalu sering ngomel dan menuntut isteri dengan sesuatu yang ia tak dapat melakukannya. Aku benar-benar merasa menjadi suami terdzalim!!! “Maryam…!” panggilku, ketika tubuh berbaya gelap itu melintas. Tubuh itu lantas berbalik ke arahku, pandangan matanya menunjukkan ketidakpercayaan atas kehadiranku di tempat ini. Namun, kemudian terlihat perlahan bibirnya mengembangkan senyum. Senyum bahagia. “Abi…!” bisiknya pelan dan girang. Sungguh, aku baru melihat isteriku segirang ini. “Ah, kenapa tidak dari dulu kulakukan menjemput isteri?” sesal hatiku.

Esoknya aku membeli sepasang sepatu untuk isteriku. Ketika tahu hal itu, senyum bahagia kembali mengembang dari bibirnya. “Alhamdulillah, jazakallahu…,”ucapnya dengan suara tulus. Ah, Maryam, lagi-lagi hatiku terenyuh melihat polahmu. Lagi-lagi sesal menyerbu hatiku. Kenapa baru sekarang aku bisa bersyukur memperoleh isteri zuhud dan ‘iffah sepertimu? Kenapa baru sekarang pula kutahu betapa nikmatnya menyaksikan matamu yang berbinar-binar karena perhatianku…? Semoga berguna bagi kita semua….amin ya rabbal alamien……

Buat para mujahid dakwah..renungkanlah kisah sandal jepit ini,dan tanyalah hati kita sejauh mana perhatian kita (bukan hanya soal sandal dll) terhadap sosok makhluk bernama istri di tengah2 kesibukan kita…
sumber : http://zilzaal.blogspot.com/2012/07/kisah-nyata-sandal-jepit-istriku.html

#Cut siti nisrina
»»  READMORE...

Saturday, October 20, 2012











#Ireka Salsabila
»»  READMORE...
This is an animation based on indonesian folk tales.



#Ireka Salsabila
»»  READMORE...



Malin Kundang adalah kaba yang berasal dari provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Legenda Malin Kundang berkisah tentang seorang anak yang durhaka pada ibunya dan karena itu dikutuk menjadi batu. Sebentuk batu di pantai Air Manis, Padang, konon merupakan sisa-sisa kapal Malin Kundang.
Cerita rakyat yang mirip juga dapat ditemukan di negara-negara lain di Asia Tenggara. Di Malaysia cerita serupa berkisah tentang Si Tenggang yang berasas dari kisah lebih awal lagi pada 1900 dalam buku Malay Magic yang ditulis oleh Walter William Skeat sebagai satu cerita rakyat berjudul Charitra Megat Sajobang dalam buku Malay Magic (1900) ms 54-55 dicetak oleh The Macmillan Company : New York . Cerita Si Tenggang pernah diterbitkan oleh Balai Pustaka, Jakarta pada 1975 sebagai judul Nakoda Tenggang : sebuah legenda dari Malaysia / oleh A. Damhoeri.

Cerita

Pada suatu waktu, di desa terpencil ada sebuah keluarga nelayan di pesisir pantai wilayah Sumatera Barat. Karena kondisi keuangan keluarga memprihatinkan, sang Ayah memutuskan untuk mencari nafkah di negeri seberang dengan mengarungi lautan yang luas. Ayah Malin tidak pernah kembali ke kampung halamannya sehingga ibunya harus menggantikan posisi ayah Malin untuk mencari nafkah.

Malin termasuk anak yang cerdas tetapi sedikit nakal. Ia sering mengejar ayam dan memukulnya dengan sapu. Suatu hari ketika Malin sedang mengejar ayam, ia tersandung batu dan lengan kanannya luka terkena batu. Luka tersebut menjadi berbekas dilengannya dan tidak bisa hilang.

Karena merasa kasihan dengan ibunya yang banting tulang mencari nafkah untuk membesarkan dirinya. Malin memutuskan untuk pergi merantau agar dapat menjadi kaya raya setelah kembali ke kampung halaman kelak.

Awalnya Ibu Malin Kundang kurang setuju, mengingat suaminya juga tidak pernah kembali setelah pergi merantau tetapi Malin tetap bersikeras sehingga akhirnya dia rela melepas Malin pergi merantau dengan menumpang kapal seorang saudagar. Selama berada di kapal, Malin Kundang banyak belajar tentang ilmu pelayaran pada anak buah kapal yang sudah berpengalaman.

Di tengah perjalanan, tiba-tiba kapal yang dinaiki Malin Kundang di serang oleh bajak laut. Semua barang dagangan para pedagang yang berada di kapal dirampas oleh bajak laut. Bahkan sebagian besar awak kapal dan orang yang berada di kapal tersebut dibunuh oleh para bajak laut. Malin Kundang beruntung, dia sempat bersembunyi di sebuah ruang kecil yang tertutup oleh kayu sehingga tidak dibunuh oleh para bajak laut.

Malin Kundang terkatung-katung di tengah laut, hingga akhirnya kapal yang ditumpanginya terdampar di sebuah pantai. Dengan tenaga yang tersisa, Malin Kundang berjalan menuju ke desa yang terdekat dari pantai. Desa tempat Malin terdampar adalah desa yang sangat subur. Dengan keuletan dan kegigihannya dalam bekerja, Malin lama kelamaan berhasil menjadi seorang yang kaya raya. Ia memiliki banyak kapal dagang dengan anak buah yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Setelah menjadi kaya raya, Malin Kundang mempersunting seorang gadis untuk menjadi istrinya.

Berita Malin Kundang yang telah menjadi kaya raya dan telah menikah sampai juga kepada ibu Malin Kundang. Ibu Malin Kundang merasa bersyukur dan sangat gembira anaknya telah berhasil. Sejak saat itu, ibu Malin setiap hari pergi ke dermaga, menantikan anaknya yang mungkin pulang ke kampung halamannya.
Setelah beberapa lama menikah, Malin dan istrinya melakukan pelayaran disertai anak buah kapal serta pengawalnya yang banyak. Ibu Malin yang melihat kedatangan kapal itu ke dermaga melihat ada dua orang yang sedang berdiri di atas geladak kapal. Ia yakin kalau yang sedang berdiri itu adalah anaknya, Malin Kundang beserta istrinya.

Ibu Malin pun menuju ke arah kapal. Setelah cukup dekat, ibunya melihat bekas luka dilengan kanan orang tersebut, semakin yakinlah ibunya bahwa yang ia dekati adalah Malin Kundang. "Malin Kundang, anakku, mengapa kau pergi begitu lama tanpa mengirimkan kabar?", katanya sambil memeluk Malin Kundang. Tetapi melihat wanita tua yang berpakaian lusuh dan kotor memeluknya, Malin Kundang menjadi marah meskipun ia mengetahui bahwa wanita tua itu adalah ibunya, karena dia malu bila hal ini diketahui oleh istrinya dan juga anak buahnya.

Mendapat perlakukan seperti itu dari anaknya, ibu Malin Kundang sangat marah. Ia tidak menduga anaknya menjadi anak durhaka. Tidak berapa lama kemudian Malin Kundang kembali pergi berlayar dan di tengah perjalanan datang badai dahsyat menghancurkan kapal Malin Kundang. Ditengah kekacauan itu, diwaktu yang sama dan tempat yang lain ibu Malin Kundang sedang berdoa. Karena kemarahannya yang memuncak, ia pun berteriak "Tuhan! Jika benar ia Malin anakku, KUKUTUK DIA JADI BATU!"
Tepat setelah itu tubuh Malin Kundang perlahan menjadi kaku dan lama-kelamaan akhirnya berbentuk menjadi sebuah batu karang. Sampai saat ini Batu Malin Kundang masih dapat dilihat di sebuah pantai bernama pantai Air Manis, di selatan kota Padang, Sumatera Barat.

Adaptasi

Karena kepopulerannya kisah Malin Kundang berkali-kali diolah dalam berbagai bentuk, baik cerpen, drama, dan sinetron. Karya-karya adaptasi ini sangat beragam.

Drama

Dramawan dan sastrawan Wisran Hadi menjadikan kisah Malin Kundang sebagai dasar dalam dramanya Malin Kundang (1978) dan Puti Bungsu (1979)

Sinetron

Malin Kundang merupakan sinetron yang diputar di SCTV sejak 11 Januari 2005. Dalam sinetron ini latar cerita Malin Kundang dibawa ke alam modern. Malin Kundang diperankan oleh Fachri Albar. Dalam versi sinetron ini ibu Malin Kundang bernama Zainab dan diperankan Desy Ratnasari.

#IREKA SALSABILA
»»  READMORE...

Tuesday, October 16, 2012

Cerita rakyat

Cerita rakyat dari Nanggroe Aceh Darussalam – adalah cerita yang diturunkan secara turun temurun oleh para tetua ke anak cucunya. Cerita rakyat Nanggroe Aceh Darussalam yang cukup terkenal adalah Raja Parakeet. Cerita raja parakeet adalah salah satu dari sekian banyak cerita rakyat di seluruh nusantara. Ada banyak cerita rakyat di Indonesia dan merupakan salah satu budaya bangsa yang dapat dijadikan pelajaran dalam kehidupan. Berikut ini adalah cerita rakyat dengan judul Raja Burung Parakeet.

Alkisah di sebuah hutan hiduplah sekelompol burung parakeet. Raja burung parakeet memiliki bulu dan paruh yang cantik, gagah dan indah. Oleh sebab itulah dia diangkat menjadi raja dikalangan burung parakeet. 

Pada suatu hari datang seorang pemburu yang ingin menangkap burung-burung parakeet. Mengetahui hal itu semua burung parakeet menjadi risau sebab pemburu itu merupakan orang yang handal dalam menjebak burung. Sudah banyak jenis burung lain yang masuk dalam perangkapnya dan tidak akan selamat. Burung-burung yang sudah ditangkap itu biasanya di jual atau dimakan oleh si pemburu.

Raja burung parakeet menjadi risau dan coba untuk mencari akal bagaimana caranya supaya tidak masuk perangkap pemburut tersebut. Namun, raja burung parakeet tidak menemukan jalan sehingga banyaklah rakyat burung parakeet yang masuk perangkap sang pemburu. Raja burung parakeet menjadi sedih lalu timbul ide untuk mengelabui si pemburu. Dia memerintahkan pada rakyat burung parakeet yang sudah masuk perangkap si pemburu agar berpura-pura mati. Rakyat burung parakeet setuju, ketika keesokan harinya pemburu datang kembali ke hutan dan bermaksud untuk mengambil burung-burung yang sudah terjebak. 

Melihat semua burung-burung itu mati si pemburu menjadi kesal dan kemudian mengeluarkan semua burung dari perangkapnya. Setelah semua burung keluar dari sangkar dengan serentak burung-burung itu terbang ke udara. Kumpulan burung parakeet itu dapat menipu si pemburu berkat ide dari raja mereka.

Namun sayangnya ada satu burung yang tidak berhasil lolos dari si pemburu, dia adalah raja burung parakeet sendiri. Si pemburu merasa senang karena walaupun semua burung terlepas tapi dia masih memiliki burung parakeet yang sangat cantik. Raja burung parakeet tidak bisa berbuat apa-apa. Dia di bawa pulang oleh si pemburu. Sesampainya di rumah pemburu tersebut bermaksud ingin memakan raja burung parakeet. 

Mengetahui hal ini raja burung parakeet tidak kehilangan akal dia mengajukan syarat kepada si pemburu. Syarat itu adalah bahwa raja burung parakeet akan bernyanyi untuk si pemburu setiap hari sampai rasa penat si pemburu hilang. Mendengar perkataan raja burung parakeet si pemburu setuju dan tidak jadi memakannya. Maka sejak saat itu raja burung parakeet akan bernyanyi setiap hari sampai rasa sedih dan penat si pemburu hilang.

 Kemerduan suara raja burung parakeet terdengar di seluruh kota dan menyebabkan baginda raja tertarik akan kemerduan suara raja burung parakeet. Kemudian raja memerintahkan bawahannya untuk membawa si pemburu beserta raja burung parakeet. Raja memerintahkan agar burung parakeet bernyanyi untuknya. 

Mendengar suara raja burung parakeet menyebabkan raja menjadi tertarik kemudian dia berkata kepada si pemburu bahwa dia akan membayar berapapun yang diminta oleh si pemburu asalnya burung parakeet itu menjadi miliknya. Si pemburu setuju dan menyerahkan raja burung parakeet kepada baginda raja.

Baginda raja sangat senang menerima raja burung parakeet, dia membangun sebuah sangkar dari emas untuk tempat tinggal raja burung parakeet. Akan tetapi raja burung parakeet tidak merasa bahagia. Dia teringat kepada rakyatnya burung parakeet yang saat ini sudah bebas di hutan. Lalu raja burung parakeet mencari akal. Suatu hari raja burung parakeet berpura-pura mati, ketika mengetahui hal ini sang raja menjadi sangat sedih. Baginda raja lalu membuat upacara kematian yang sangat meriah bagi raja burung parakeet. Namun ketika hendak di kubur, raja burung parakeet tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Dia lalu terbang ke udara meninggalkan sang raja dan kembali ke hutan menemui rakyatnya.

Begitulah cerita rakyat dari negeri Nanggroe Aceh Darussalam yang berjudul Raja Burung Parakeet.

#Ireka Salsabila
»»  READMORE...
asal usul tari guel 

Tersebutlah dua bersaudara putra Sultan Johor, Malaysia. Mereka adalah Muria dan Sengede.
Suatu hari, kakak beradik itu meng­gem­­bala itik di tepi laut sambil bermain la­yang-layang. Tiba-tiba datang badai dah­­­­­­­­syat se­­­­hin­gga benang layang-layang me­reka pun putus. Sekuat tenaga mereka mengejar layang-layang ter­sebut. Mere­ka lupa bahwa pada saat itu me­reka sedang menggembala itik, hingga itiknya pun pergi entah ke mana.

Setelah gagal menemukan layang-layang mereka, barulah mereka teringat akan itik-itik mereka. Tetapi malang, itik-itik itu tak lagi nampak. Mereka pun pulang dengan ketakutan akan mendapat marah dari orangtua mereka.


Benar juga apa yang mereka pikir­kan. Setiba di rumah, mereka dimarahi ayah mereka. Mereka juga disuruh mencari itik-itik itu, dan tak diizinkan kembali sebelum itik-itik yang hilang itu ditemukan kembali.

Berhari-hari bahkan berbulan-bulan mereka berjalan mencari itik mereka, tapi tak membawa hasil hingga akhirnya mere­ka tiba di Kampung Serule. Dengan tubuh yang lunglai mereka menuju ke sebuah meunasah/langgar dan tertidur lelap. Pagi hari­­nya mereka ditemukan oleh orang kam­pung dan dibawa menghadap ke istana Raja Serule. Di luar dugaan, mereka malah di­angkat anak oleh baginda raja.

Beberapa waktu berlalu, rakyat Seru­le hidup makmur, aman, dan sentosa. Hal ini di­karenakan oleh kesaktian kedua anak tersebut. Kemakmuran rakyat Serule itu mem­­buat Raja Linge iri dan gusar, se­hing­ga meng­­ancam akan membunuh kedua anak ter­sebut. Malang bagi Muria, ia ber­hasil di­­bunuh dan di­makamkan di tepi Sungai Samarkilang, Aceh Tenggara.

Pada suatu saat, raja-raja kecil ber­kumpul di istana Sultan Aceh di Kutaraja. Raja-raja kecil itu mempersembahkan cap usur, semacam upeti kepada Sultan Aceh. Saat itu, Cik Serule datang bersama Sangede. Saat itu, Raja Linge juga hadir. Saat Raja Serule masuk ke istana, Sangede menung­gu di halaman istana.

Sambil menunggu ayah angkatnya, Sa­­ngede menggambar seekor gajah yang ber­warna putih. Rupanya lukisan Sangede ini menarik perhatian Putri Sultan yang ke­mu­di­an meminta Sultan mencarikan se­ekor ga­jah putih seperti yang digambar oleh Sangede.

Sangede kemudian menceritakan bah­wa gajah putih itu berada di daerah Gayo, pa­dahal dia sebenarnya belum per­nah me­­­­lihatnya. Maka, saat itu juga Sultan me­me­rintahkan Raja Serule dan Raja Linge untuk menangkap gajah putih tersebut gu­na dipersembahkan kepada Sultan. Raja Se­ru­le dan Raja Linge benar-benar kebi­ngu­ng­­an, bagaimana mungkin mencari se­suatu yang belum pernah dilihatnya.

Sangede menyesal karena bercerita bahwa gajah putih itu ada di Gayo hingga ayah angkatnya mendapat tugas mencari­nya. Dalam kebingungan itu, suatu malam Sangede bermimpi bertemu dengan Muria yang memberitahu bahwa gajah putih itu berada di Samarkilang, dan sebenarnya ga­jah putih itu adalah dirinya yang menjel­ma saat dibunuh oleh Raja Linge.

Pagi harinya, Sangede dan Raja Seru­le yang bergelar Muyang Kaya pergi ke Sa­mar­kilang seperti perintah dalam mimpi Sangede. Benar juga, setelah beberapa sa­­at mencari, mereka berdua menemukan ga­­jah putih itu sedang berkubang di ping­gir­­an sungai.

Sangede dan Raja Serule Muyang Kaya kemudian dengan hati-hati mengena­kan tali di tubuh gajah yang nampak pe­nurut itu. Tetapi saat akan dihela, gajah pu­tih itu lari sekuat tenaga. Raja Serule dan Sa­­ngede tak mampu menahannya. Mereka ha­nya bisa mengejarnya hingga suatu saat ga­j­ah itu berhenti di dekat kuburan Muria di Samarkilang.

Anehnya, gajah putih itu berhenti se­perti sebongkah batu. Tak bergerak sedikit pun meski Sangede dan Raja Serule men­coba menghelanya. Berbagai cara dicoba oleh Sangede agar gajah putih itu mau beranjak dan menuruti perintahnya untuk diajak pergi ke istana Kutaraja. Tetapi, se­mua­nya sia-sia.

Sangede kehabisan akal. Akhirnya, dia bernyanyi-nyanyi untuk menarik perhatian gajah putih. Sambil bernyanyi, Sangede meliuk-liukkan tubuhnya. Raja Serule ikut-ikutan menari bersama Sangede di depan gajah putih agar mau bangkit dan menuruti perintahnya. Di luar dugaan, gajah putih itu ter­tarik juga oleh gerakan-gerakan Sa­nge­­de, dan kemudian bangkit. Sangede te­rus menari sambil berjalan agar gajah itu meng­ikuti langkahnya. Akhirnya, gajah itu pun meng­ikuti Sangede yang terus menari hingga ke istana. Tarian itu disebutnya tari­an Guel hingga sekarang.

Sangede menyadari bahwa sesuatu ajakan kepada seseorang atau kepada binatang tidaklah harus dengan cara yang kasar. Dengan sebuah tarian pun akhirnya gajah putih itu menuruti ajakannya.

 #Ireka Salsabila
»»  READMORE...

Sunday, October 14, 2012


Pada suatu hari, hiduplah sebuah keluarga di pesisir pantai wilayah Sumatra. Keluarga itu mempunyai seorang anak yang diberi nama Malin Kundang. Karena kondisi keluarga mereka sangat memprihatinkan, maka ayah malin memutuskan untuk pergi ke negeri seberang.
Besar harapan malin dan ibunya, suatu hari nanti ayahnya pulang dengan membawa uang banyak yang nantinya dapat untuk membeli keperluan sehari-hari. Setelah berbulan-bulan lamanya ternyata ayah malin tidak kunjung datang, dan akhirnya pupuslah harapan Malin Kundang dan ibunya.
Setelah Malin Kundang beranjak dewasa, ia berpikir untuk mencari nafkah di negeri seberang dengan harapan nantinya ketika kembali ke kampung halaman, ia sudah menjadi seorang yang kaya raya. Akhirnya Malin Kundang ikut berlayar bersama dengan seorang nahkoda kapal dagang di kampung halamannya yang sudah sukses.
Selama berada di kapal, Malin Kundang banyak belajar tentang ilmu pelayaran pada anak buah kapal yang sudah berpengalaman. Malin belajar dengan tekun tentang perkapalan pada teman-temannya yang lebih berpengalaman, dan akhirnya dia sangat mahir dalam hal perkapalan.
Banyak pulau sudah dikunjunginya, sampai dengan suatu hari di tengah perjalanan, tiba-tiba kapal yang dinaiki Malin Kundang di serang oleh bajak laut.Semua barang dagangan para pedagang yang berada di kapal dirampas oleh bajak laut. Bahkan sebagian besar awak kapal dan orang yang berada di kapal tersebut dibunuh oleh para bajak laut. Malin Kundang sangat beruntung dirinya tidak dibunuh oleh para bajak laut, karena ketika peristiwa itu terjadi, Malin segera bersembunyi di sebuah ruang kecil yang tertutup oleh kayu.
Malin Kundang terkatung-katung ditengah laut, hingga akhirnya kapal yang ditumpanginya terdampar di sebuah pantai. Dengan sisa tenaga yang ada, Malin Kundang berjalan menuju ke desa yang terdekat dari pantai. Sesampainya di desa tersebut, Malin Kundang ditolong oleh masyarakat di desa tersebut setelah sebelumnya menceritakan kejadian yang menimpanya. Desa tempat Malin terdampar adalah desa yang sangat subur. Dengan keuletan dan kegigihannya dalam bekerja, Malin lama kelamaan berhasil menjadi seorang yang kaya raya. Ia memiliki banyak kapal dagang dengan anak buah yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Setelah menjadi kaya raya, Malin Kundang mempersunting seorang gadis untuk menjadi istrinya.
Setelah beberapa lama menikah, Malin dan istrinya melakukan pelayaran dengan kapal yang besar dan indah disertai anak buah kapal serta pengawalnya yang banyak. Ibu Malin Kundang yang setiap hari menunggui anaknya, melihat kapal yang sangat indah itu, masuk ke pelabuhan. Ia melihat ada dua orang yang sedang berdiri di atas geladak kapal. Ia yakin kalau yang sedang berdiri itu adalah anaknya Malin Kundang beserta istrinya.
Malin Kundang pun turun dari kapal. Ia disambut oleh ibunya. Setelah cukup dekat, ibunya melihat belas luka dilengan kanan orang tersebut, semakin yakinlah ibunya bahwa yang ia dekati adalah Malin Kundang. "Malin Kundang, anakku, mengapa kau pergi begitu lama tanpa mengirimkan kabar?", katanya sambil memeluk Malin Kundang. Tetapi Kundang segera melepaskan pelukan ibunya dan mendorongnya hingga terjatuh. "Wanita tak tahu diri, sembarangan saja mengaku sebagai ibuku", kata Malin Kundang pada ibunya. Malin Kundang pura-pura tidak mengenali ibunya, karena malu dengan ibunya yang sudah tua dan mengenakan baju compang-camping. "Wanita itu ibumu?", Tanya istri Malin Kundang. "Tidak, ia hanya seorang pengemis yang pura-pura mengaku sebagai ibuku agar mendapatkan harta ku", sahut Malin kepada istrinya. Mendengar pernyataan dan diperlakukan semena-mena oleh anaknya, ibu Malin Kundang sangat marah. Ia tidak menduga anaknya menjadi anak durhaka. Karena kemarahannya yang memuncak, ibu Malin menengadahkan tangannya sambil berkata "Oh Tuhan, kalau benar ia anakku, aku sumpahi dia menjadi sebuah batu". Tidak berapa lama kemudian angin bergemuruh kencang dan badai dahsyat datang menghancurkan kapal Malin Kundang. Setelah itu tubuh Malin Kundang perlahan menjadi kaku dan lama-kelamaan akhirnya berbentuk menjadi sebuah batu karang.
Rauzana
© 2012 ReviewDong.Com
»»  READMORE...

Saturday, September 22, 2012

 

Suatu hari dalam kondisi yang putus asa seseorang memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya, bahkan berhenti dari hubungannya dengan sesama dan berhenti dari spiritualitasnya. Maka dia pergi ke hutan untuk bicara dengan Tuhan untuk yang terakhir kalinya. “Tuhan, berikan aku satu alasan untuk tidak berhenti” katanya.

Tuhan memberi jawaban yang mengejutkannya. “Lihat ke sekelilingmu”, kataNya. “Apakah engkau memperhatikan tanaman pakis dan bambu yang ada di hutan ini?” “Ya”, jawabnya.

Lalu Tuhan berkata, “Ketika pertama kali Aku menanam mereka, Aku menanam dan merawat benih-benih mereka dengan seksama. Aku beri mereka cahaya, Aku beri mereka air, dan pakis-pakis itu tumbuh dengan sangat cepat. Warna hijaunya yang menawan menutupi tanah, namun tidak ada yang terjadi dari benih bambu, tapi Aku tidak berhenti merawatnya.”

“Dalam tahun kedua, pakis-pakis itu tumbuh lebih cepat dan lebih banyak lagi. Namun, tetap tidak ada yang terjadi dari benih bambu, tetapi Aku tidak menyerah terhadapnya.”

“Dalam tahun ketiga tetap tidak ada yang tumbuh dari benih bambu itu tapi Aku tetap tidak menyerah. Begitu juga dengan tahun ke empat. ”

“Lalu pada tahun ke lima sebuah tunas yang kecil muncul dari dalam tanah. Bandingkan dengan pakis, yang kelihatan begitu kecil dan sepertinya tidak berarti. Namun enam bulan kemudian, bambu ini tumbuh dengan mencapai ketinggian lebih dari 100 kaki. Dia membutuhkan waktu lima tahun untuk menumbuhkan akar-akarnya. Akar-akar itu membuat dia kuat dan memberikan apa yang dia butuhkan untuk bertahan. Aku tidak akan memberikan ciptaanku tantangan yang tidak bisa mereka tangani.”

“Tahukah engkau anakKu, dari semua waktu pergumulanmu, sebenarnya engkau sedang menumbuhkan akar-akarmu? Aku tidak menyerah terhadap bambu itu, Aku juga tidak akan pernah menyerah terhadapmu”.

Tuhan berkata, “Jangan bandingkan dirimu dengan orang lain. Bambu-bambu itu memiliki tujuan yang berbeda dibandingkan dengan pakis tapi keduanya tetap membuat hutan ini menjadi lebih indah.”

“Saatmu akan tiba”, Tuhan mengatakan itu kepadanya. “Engkau akan tumbuh sangat tinggi.”

“Seberapa tinggi aku harus bertumbuh Tuhan?” tanyanya. “Sampai seberapa tinggi bambu-bambu itu dapat tumbuh?” Tuhan balik bertanya. “Setinggi yang mereka mampu?” dia bertanya.

“Ya.” jawabNya “Muliakan Aku dengan pertumbuhan mu, setinggi yang engkau dapat capai.”

Lalu dia pergi meninggalkan hutan itu, menyadari bahwa Tuhan tidak akan pernah menyerah terhadapnya dan Dia juga tidak akan pernah menyerah terhadap Anda.

Ps: Jangan pernah menyesali hidup yang saat ini Anda jalani sekalipun itu hanya untuk satu hari. Hari-hari yang baik memberikan kebahagiaan, hari-hari yang kurang baik memberi pengalaman, kedua-duanya memberi arti bagi kehidupan ini. Kadang kala kita sering gagal dalam melakukan segala sesuatu, ingatlah No one is perfect, jadi janganlah menyerah dan putus asa karena kegagalan yang kita alami ibarat sedang menumbuhkan akar-akar yang kuat agar suatu hari dapat tumbuh setinggi-tingginya.

 #Ireka Salsabila
source: bambu
»»  READMORE...

Friday, September 21, 2012

kenapa manusia harus jatuh cinta?
taichi : kenalkan , yuma .
aku harap kalian juga bisa berteman .
ini temanku waktu smp , sakuma taichi . begitu masuk SMA , rina adalah orang pertama yang jadi sahabatku . dia memperkenalkan aku dengannya .
sejak pertama kali bertemu , ada sesuatu yang menarikku padanya .
rina : yuma manis , kan !
 sejak smp , rina sudah punya pacar . pacarnya adalah teman taichi sejak kecil .
yuma : taichi ...
           suka rina ya?
taichi : iya . aku suka .
yuma : eh? jujur banget .
           tapi aku tak ingin merusak hubungan mereka .
taichi : jangan bilang siapa-siapa , ya .
kalau begitu , sampai kapanpun tak akan terbalas . apa serunya..
sungguh bodoh . tapi..
ada yang lebih bodoh lagi . aku , yang saat itu langsung jatuh cinta padanya .
Musim Gugur kelas 1 SMA...
taichi & yuma : lagi?
rina : iya . kali ini oleh murid kelas 3 .
taichi : kenapa menyatakan cinta pada cewek yang sudah punya pacar , ya?
yuma : nggak tahu , tuh .
rina : yah ..
        dia bilang sih , hanya ingin menyampaikan perasaannya saja .
sejak aku mengenalnya , rina memang sangat populer . meski punya pacar , masih banyak cowok yang nekad nembak dia .
taichi : yuusuke nggak marah , ya?
rina : ah..
         nggak usah bilang-bilang yuusuke ! jangan sampai dia tahu , ya ?
taichi : iya , deh .

yuusuke , pacar rina , adalah teman taichi sejak kecil . kami beda sekolah dan aku tak pernah ketemu dia . tapi aku pernah liat fotonya . kelihatannya dia cukup keren...
membuktikan bahwa rina punya selera bagus .
rina : aku pulang duluan , ya . bye bye .
taichi : apa ? dia mau kencan , ya ?
yuma : mungkin . hari ini peringatan jadiannya .
taichi : ehm . yuma nggak pulang ?
yuma : masih ada waktu 30 menit lagi sebelum kereta tiba , aku disini saja sebentar .
taichi : kalau begitu.. kutemani , deh .
yuma : (diam tanpa kata )
           ta...tapi yuusuke pasti bingung , ya . punya pacar semanis itu...
taichi : yah , begitulah . tapi dia bilang padaku...
           jaga jangan sampai pacarnya diganggu cowok lain .
yuma : padahal justru taichi yang paling berbahaya , kan ?
taichi : heh?
yuma : ah.. enggak ( malu ) .
taichi : kadang-kadang aku nggak ngerti ucapanmu , yuma .
kalau yuma ? dulu kau bilang sedang bertepuk sebelah tangan . ada perkembangan ,   nggak ?
yuma : eh? ( terkejut ) .
           nggak ada sama sekali .
taichi : hem . kau nggak bermaksud menyampaikannya?
yuma : ....(diam tanpa kata ) .
didalam hati yuma : karena .. aku tak bisa bilang , kaulah orangnya .
rina : nah .. lalu kami beli strap ponsel kembar .
taichi : asyik , dong .
rina : ah.. kamu mau lihat?nanti aku kasih lihat , ya .
yuma : ....
bu guru : pasangan 2-2 , latihan tangkap bola .
rina : wah , youko-chan nggak bisa jadi pasanganku nih .
youko : nggak apa-apa sih?
rina : ah..yuma ! tolong , dong . bisa gantikan aku nggak ..
yuma : mika.. kita latihan disana saja .
rina : (terkejut) .
 aku cuek padanya . tiba-tiba....
bruuuk , suaranya kencang sekali . ternyata tangan rina terkilir terkena bola .
youko : kau tak apa-apa?
yuma :eh?(terkejut sambil merasa bersalah ) .
natsumi : rina-chan .
bu guru : ah..
rina : aku keruang kesehatan dulu , ya .
yuma : maaf . aku pergi sebentar .
natsumi : heh...
harusnya aku menggantikannya....
yuma langsung menyusul rina , tapi..
yuma : ri...(dheg , terkejut ) .
ternyata rina sedang mengobrol sama taichi dan yuma bersembunyi dibalik tembok .
taichi : kau baik-baik saja?
rina : iya . cuma luka ringan , kok .
taichi : mau kutemani ?
rina : nggak usah , sebentar juga selesai . makasih ya .
meski aku tak bisa mendengar suara mereka... aku tahu apa yang dia katakan , karena tergambar diwajahnya . apakah pantas aku memendam perasaan pada taichi ?
rina : ah.. wah ..(praang , sumpit rina jatuh )
bu guru : pasti susah pegang sumpit dengan tangan luka begitu .
rina : ah , buguru memang berlebihan .
yuma : rina , aku punya garpu . tukaran saja , ya .
rina : eh , boleh nih ? makasih , yuma !
ini hukuman untukku .
pak guru : untuk tugas ini , dikerjakan berkelompok . 1 grup terdiri dari 3 orang lelaki dan perempuan .
hiroi : rina-chan . pasangan dengan kami , ya !
didalam hati taichi : bukan saatnya murung .
rina : yang mau ikut grup kami?siapa , ya ?
taichi : tentu aku mau .
didalam hati taichi : bersikap saja sepertu biasa .
cukup asalkan aku bisa melihat taichi .
natsumi : setuju ! yuma yang bikin , ya?
rina : dia pintar , dan juga manis .
yuma : memang benar , kan?puji lagi dong .
rina & natsumi : jangan geer !
 tiba-tiba hp yuma berdering , bzzzz bzzz ..
yuma  : eh .. sms ? (jantung yuma berdebar-debar )
            apa...
ternyata taichi mengsms yuma : " kau sehat ?"
rina ngebalas sms taichi : " aku sehat , kok . kenapa ? "
taichi ngebalas : sejak pelajaran olahraga , sepertinya kau murung . tapi baguslah kalau kau sehat-sehat saja .
taichi melihat ke arah yuma dengan senyumannya , yuma pun malu dan muka yuma langsung memerah .
yuma : aku mau ke toilet dulu .
           jangan , jangan terlena . sms ini pasti tak punya arti khusus .
rina : eh ?
yuma : bertengkar dengan yuusuke?kenapa ?
rina : malu bilangnya , pokoknya konyol deh .
yuma : ....
          dalam hati yuma : tapi kalau ngomong sama taichi , dia pasti akan tegur temannya .
rina : yuma..aku belum pernah bilang siapa-siapa . tapi ...
        sebelum pacaran dengan yuusuke sebetulnya aku suka taichi , lho .
        tapi taichi kayaknya cuek , dia sama sekali tak meladeniku .
yuma : (terkejut ) .
rina : lalu yuusuke nembak aku . aku berusaha untuk melupakan taichi dan pacaran dengan                  temannya .
        tentu saja aku tak menyesali pilihanku . coba kalau yuma pacaran sama taichi , ya .
        tertawalah . kalau kalian jadian , aku ikut senang . kita bisa kencan ganda , kan .
rina tak tahu apa-apa .
yuma : kurasa taichi nggak keberatan . jangan sembarangan ngomong !
           rina terlalu lamban , tak pernah memikirkan perasaan orang . kau...
 tiba-tiba taichi datang , dan yumapun terkejut .
rina : ma..maaf , yuma . aku...
yuma langsung bergegas pergi , lalu taichi menarik tangan yuma .
taichi : ada apa?kalian ribut? sudah , baikan saja .
rina : aku yang salah , ngomong seennaknya tanpa pikir panjang . bikin yuma marah
yuma : bukan ... , hentikan jangan lanjutkan omonganmu .
lalu yuma pun pergi sambil menitiskan air mata .
taichi : yuma .
taichi menghibur rina yang menangis .
curang , selalu saja rina . selalu saja rina ! aku tak mau . tak tahan menanggung beban begini . lupakan saja .
yuma : maaf ya rina ! kemarin aku kesal karena sedang PMS . akhirnya jadi marah , deh .
           maaf , ya . kau kaget?
rina : enggak , aku yang salah . aku nggak peka dan mengucapkan hal yang menyinngungmu , kan?
        jangan sampai yuma membenciku .
yuma : jangan berlebihan .
dikelas X-4 ..
eh , dengan SMA higashi?!
natsumi: iya , kita kumpul-kumpul dengan mereka . masih kurang 2-3 orang lagi , nih . siapa mau ikut?
hikari : aku !
natsumi : yuma gimana?
yuma : hem . boleh deh , kucoba .
hikari : eh! tumben kok mau ikutan?
yuma : heh?mumpung ada kesempatan , hahahaha .
taichi memandang yuma .
natsumi : yuma . kutunggu di gerbang , ya .
yuma : iya !
taichi : kau mau ikut pesta kumpul-kumpul?
yuma : iya .
taichi : kenapa?akhir-akhir ini yuma aneh , deh . gimana dengan cowok yang kau taksir?
yuma : ah..soal itu . aku sudah menyerah .
taichi : hah?
yuma : habis , berat banget . makin kupikirkan , makin tak kesampaian . cari cowok lain saja .
taichi : harusnya , kau nggak begitu , kan?memangnya kau orang seperti itu?
yuma : maaf . aku memang orang seperti ini . memangnya kenapa taichi ..
           kau bilang begitu , padahal kau tak pernah melihatku .
taichi : apasih maksudnya .
yuma pergi sambil menitiskan air matanya .
bodoh . taichi sama sekali tak mengerti , mungkin memang harus menyerah . mungkin lebih baik menjauh saja .
natsu : yuma-chan?
yuma :heh?terima kasih , hari ini menyenangkan .
natsu : hari ini kau sama sekali nggak ngomong . iya!aku juga nggak banyak ngobrol sih .
           lain kali kita kumpul-kumpul lagi , ya . lebih asyik sih kalu berduan saja .
yuma tiba-tiba melihat taichi ..
yuma : taichi?kenapa..
taichi : eh..yuma-chan?yuma !
yumapun lari tergesa-gesa untuk menjauh dari taichi .
taichi : tunggu !
yuma bersembunyi dibalik tembok , taichipun mencari yuma kemana-mana .
yuma : kenapa , dia mencariku?tidak , tak mungkin . siapa tahu dia marah ( jantung yuma berdebar-debar ) .
           tapi , kalau saja dia cemas dan mencariku ..
tiba-tiba handpone taichi berbunyi . kriiiiiing !!!
taichi : hallo?rina?kenapa..
           eh , kau menangis?bertengkar lagi , ya?
rina : iya .
" lagi-lagi disaat begini aku kehilangan keberanian ".
taichi :  yuusuke ngomong begitu?ah , tapi dia kan..
 aku , kalau saja aku tak tahu tentang mereka berdua . rina berkata "aku suka dia " . aku tak ingin merusak hubungan mereka . taichi berkata " jangan bilang siapa-siapa ya " . mugkin saat ini mereka punya masa depan berbeda .bagiku , hanya saat ini satu-satunya kesempatanku . tapi , aku harus bergerak demi diriku sendiri .
yuma : pergilah taichi .
taichi : ah , yuma .
yuma : rina dalam masalah , kan?orang yang kau sukai sedang butuh bantuan , pergilah .
           kurasa , kau masih punya kesempatan taichi . kalau disaat begini kau menemaninya  .
           mendukung rina saat dia butuh bantuan semua pasti bakal berjalan lancar  .
           tapi , memang sih aku tak memikirkan perasaan yuusuke .tapi mau apalagi aku bukan  teman yuusuke.
           dia orang asing bagiku . meski semua orang bilang dia baik , bagiku taichi masih lebih baik .
           bagiku , taichi jauh lebih baik .
apa yang kulakukan . lebih baik begini , dengan begini semuanya berakhir dengan indah .
taichi : rina , begini . lebih baik kalian bicarakan masalah kalian berdua jangan sampai ada salah paham .
           jangan selalu mengandalkan aku tiap kali kau punya masalah .
yuma : hah?tung..apa yang kau lakukan , dengar kataku..
taichi tiba-tiba memeluk yuma .
taichi : yang kusukai bukan rina .
yuma : apa katamu (terkejut) .
taichi : ah .. maaf !
yuma : kau tak mengkhawatirkan rina?
taichi : (malu) habis tadi kau bilang"orang yang kau sukai sedang butuh bantuan" .
           langsung terpikir olehku ..
           bukannya"ingin pergi ketempat rina" tapi"tak ingin meninggalkan yuma" .
           lalu , tadi siang kau bilang sudah tak mau mengejar cintamu yang tak terbalas itu .
           apa kau bersedia mempertimbangkan aku sebagai gantinya . kalu yuma mau..
yuma langsung memeluk taichi dan taichipun kaget .
taichi : eh , yuma?
2 perasaan menyatu , hari-hari indah tak akan jauh dari jangkauan .



Created : yuri rizky ramadhani
sumber : www.mnc-comics.com
»»  READMORE...

Dari segala yang datang pada diri ini, aku tak tau kenapa aku tak bisa melupakan apa yang pernah kita lakukan dahulu kala, saat yang bisa jadi hal terbodoh kita tapi aku cinta sama kamu. Di awal jumpa kita itu adalah hal yang selalu aku ingat dan tak mungkin aku lupakan karena perjumpaan di sebuah kereta di situ juga aku merasa bodoh dan senang.

“awas hp kamu di curi orang” tegor ku saat ia mengeletakkan hp di samping kursinya
Awal pembukaan percakapan kami, awal nya dia hanya jutek melihat aku. Tapi setelah ternyata dia salah tempat duduk dan ternyata dia duduk di depan kedua bola mataku. Awal nya sih dia diam saja kepada ku maklum fikirnya orang asing. Tapi lama kelamaan dia mau aku ajak berbicara dan bercanda. Hingga sebuah hal konyol hadir, seseorang yang tidur di samping ku tiba-tiba memukul ku tanpa sebab.

“eh, maaf mas aku tadi mimpi bertengkar sama istri aku jadi terbawa sekali lagi maaf” dengan perasaan bersalah

“iya, nggak apa-apa kok mas” sambil memegang pipi yang semakin membiru
Aku merasa kesakitan, tapi dia malah tertawa terbahak-bahak. Melihat apa yang baru saja terjadi pada diriku, tapi entah mengapa aku juga ikut tersenyum melihat dia tertawa mungkin terbawa suasana. Sebelum dia meninggalkan kereta kami saling bertukar nomor telpon. Tak berapa lama hp ku berdering dan bernama kan TIRA langsung saja aku angkat telpon tersubut
“hati-hati di jalan iya” ucapnya dalam percakapan singkat itu

Sebulan kemudian aku berjumpa lagi dengannya. Tapi aku sembunyi-sembunyi untuk menemuinya karena kakak nya tak setuju kalau ada orang asing yang mendekatinya. Selama pertemuan itu kami saling bertukar fikiran tentang pelajaran. Tapi hati ini ada perasaan yang mengganjal setiap dekat dia entah apa tapi merasa nyaman kalau dekat dia.

Entah kesekian kali kami bertemu aku baru berani menyatakan cinta kepadanya. Ternyata dia juga merasakan apa yang aku rasakan dia juga cinta kepadaku. Dan saat itu juga aku memberanikan diri untuk bertemu keluarganya. Awal nya dia tak setuju karena takut kalau aku kena marah. Tapi aku meyakinkannya agar aku bertemu dan bilang ke keluarganya. Akhirnya dia mau dan kami meluncur kekediamannya. Tapi baru melangkah di gerbang rumahnya aku langsung di marahi dan di suruh pergi karena mereka tak mau kalau dia pacaran dengan aku.

“kamu itu tak punya apa-apa toh kamu juga siapa kami tak kenal dan di sini saya harap kamu tak usah ganggu dia lagi” ujar kakak nya marah kepada ku.

Awal nya aku shock mendengar perkataan kakaknya tapi dengan tekat yang kuat agar kami bisa di setujui kami merencanakan sesuatu agar di setujui. Kami masih saling bertemu untuk melepas rindu walau rumah ku dan rumah nya jauh dengan kekuatan cinta kami itu bukanlah halangan.

Ternyata selama kami bertemu ada utusan kakaknya untuk membuntuti setiap kemana kami pergi. Awalnya kami tak menyadarinya dan tak percaya dia meminta bukti yang real tapi saat kakaknya memberikan sebuah foto yang menunjukan kemesraan kami di barulah kami percaya. Dan sejak itu kami semakin sulit untuk bertemu sampai suatu ketika karena tak kuasa mebahan rasa rindu itu dia pergi ke rumah ku. Betapa terkejut aku saat melihat dia berada di depan rumahku. Dan tak tau apa yang harus aku lakukan dan aku langsung menyuruhnya masuk dan dia menceritakan semua kejadian setelah itu.

Keesokan harinya aku berniat mengantarnya pulang tapi dia tak mau pulang karena takut sama kakaknya. Aku urungkan niatku karena merasa kasian sama dia yang meminta ku agar tak mengantarnya pulang dan dia masih rindu kepadaku.

“kita jalan aja yuk beibh biar nggak stres” ajak ku mencairkan suasana
Dia hanya menganggukan kepala dengan muka lesu. Saat aku mau pulang tiba-tiba hp ku berdering krrinngg dan menujukan nama MOTHER

“hallo ada apa ma” tanya ku heran karena tak biasa nya nelpon toh tadi sudah pamit
“cepat pulang ada yang mencarimu kata nya penting” jawab nya singkat dan di matikan telpon tersebut.

Aku heran melihat mama seperti itu tapi apa daya kalau orang tua menyuruh pulag. Akhirnya kami pulang dan betapa terkejutnya aku melihat rumah ku ramai dengan kendaraan. Saat aku mobilku masukin halaman rumah aku langsung di sergap oleh oknum berseragam.
“ini pak yang sudah membawa adik saya, tangkap saja pak dasar brengsek kamu jadi orang” ujar kakak nya yang marah kepada ku

“sttoooppp apa-apaan ini, dia tidak membawaku lari tapi aku yang kesini sendiri yang seharus nya di tangkap itu kamu karena kamu memperlakukan adik bukan selayaknya adik tapi seperti pembantu. Aku sayang dengan dia, aku cinta dengan dia kalau kamu mau melihat adik mu bahagi biarkan adik mu merasakan indahnya cinta. Tapi sebalik nya”

Aku hanya terdiam dengan tanganku terborgol. Aku tak kuasa mehanan semua ini hingga aku berontak.

“lepaskan aku disini sebagai pria sejati, aku sungguh sayang dengan dia dan aku tak kan membuatnya terluka toh kamu sudah tau dimana rumahku dan kamu sudah tau keluargaku”
Tapi kakaknya bersih kukuh untuk membawaku ke kantor polisi tapi salah seorang polisi yang berpangkat tinggi mencegah.

“ini kasus bukan penculikan tapi sang wanita yang sengaja kesini dan kami sebagai oknum tak kan membawa dia ke kantor, lepaskan dia. Tapi sebalik nya kamu yang harus kami tangkap karena sudah membuat laporan palsu dan menjelek-jelek kan martabat orang” ujar seorang polisi tersebut
“sudah pak jangan di perpanjang masalah ini kami sekeluarga tak akan membuat kasus yang merugikan kami”

Setelah saat itu dia dibawa kakaknya dan kami tak pernah bertemu lagi sampai sekarang. Entah kemana dia tapi aku selalu mencarinya. Hingga aku mendapat kabar kalau dia sudah di nikahkan dengan seorang yang tak dia cinta dan pernikahan itu adalah paksaan kakaknya.

created : yuri rizky ramadhani
 
»»  READMORE...