Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Monday, December 03, 2012

Love?
What is it love?
What the mean of love?
Everybody can say it, but can everybody to feel it?
      Love? yes i have feel it about 3 or 4 month later
      Love is so cute, beautiful, and crazy
      Love like a wind, come and gone as they
      You never know, when the love come and gone
Can make billion smile when love come
Can make billion cry when love gone
Without love, life just zero
With love, your life is so damn beautiful
      Love don't need selfish
      Love don't need lie
      Love never know hurt
      Love always try, try, and try
I know i'am selfish but here is i am
Sorry for bad english

#Andri Riski Maulizar
    
»»  READMORE...

Saturday, October 13, 2012

Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat. “Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?” Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya, “Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai. Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti”, ujar si nenek lagi.

Mendengar jawaban ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai.

“Tapi nek, sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya”, Ujar si cucu.

Si nenek kemudian menjawab, “Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini. Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini”,

Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari sebuah pensil.

PERTAMA:
Pensil mengingatkan kamu kalau kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini. Kita menyebutnya Allah, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya”.

KEDUA:
Dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik”.

KETIGA:
Pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar”.

KEEMPAT:
Bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu”.

KELIMA:
Sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan…
Seperti juga kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini akan tinggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan”

Semoga kita bisa mengambil hikmah dari kisah ini

Silahkan SHARE ke teman, saudara dan keluarga kita cintai jika menurut kalian, cerita ini bermanfaat :) ♥
#Ahmad Fata Rahmadita
»»  READMORE...
Seorang tukang bangunan yang sudah tua berniat untuk pensiun dari profesi yang sudah ia geluti selama puluhan tahun. Ia ingin menikmati masa tua bersama istri dan anak cucunya. Ia tahu ia akan kehilangan penghasilan rutinnya namun bagaimanapun tubuh tuanya butuh istirahat. Ia pun menyampaikan rencana tersebut kepada mandornya.

Sang Mandor merasa sedih, sebab ia akan kehilangan salah satu tukang kayu terbaiknya, ahli bangunan yang handal yang ia miliki dalam timnya. Namun ia juga tidak bisa memaksa. Sebagai permintaan terakhir sebelum tukang kayu tua ini berhenti, sang mandor memintanya untuk sekali lagi membangun sebuah rumah untuk terakhir kalinya.

Dengan berat hati si tukang kayu menyanggupi namun ia berkata karena ia sudah berniat untuk pensiun maka ia akan mengerjakannya tidak dengan segenap hati. Sang mandor hanya tersenyum dan berkata, "Kerjakanlah dengan yang terbaik yang kamu bisa. Kamu bebas membangun dengan semua bahan terbaik yang ada."

Tukang kayu lalu memulai pekerjaan terakhirnya. Ia begitu malas-malasan. Ia asal-asalan membuat rangka bangunan, ia malas mencari, maka ia gunakan bahan-bahan berkualitas rendah. Sayang sekali, ia memilih cara yang buruk untuk mengakhiri karirnya.

Saat rumah itu selesai. Sang mandor datang untuk memeriksa. Saat sang mandor memegang daun pintu depan, ia berbalik dan berkata, "Ini adalah rumahmu, hadiah dariku untukmu!" Betapa terkejutnya si tukang kayu. Ia sangat menyesal. Kalau saja sejak
awal ia tahu bahwa ia sedang membangun rumahnya, ia akan mengerjakannya dengan
sungguh-sungguh. Sekarang akibatnya, ia harus tinggal di rumah yang ia bangun dengan asal-asalan. Inilah refleksi hidup kita!

Pikirkanlah kisah si tukang kayu ini. Anggaplah rumah itu sama dengan kehidupan Kamu. Setiap kali Kamu memalu paku, memasang rangka, memasang keramik, lakukanlah apa yang Kamu kerjakan untuk kehidupanmu dengan segenap hati dan bijaksana.
#Ahmad Fata Rahmadita
»»  READMORE...

Friday, September 28, 2012


dumb
cobalah  anda renungkan
Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya berbisnis..
Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus rekrut orang pintar.
Walhasil boss-nya orang pintar adalah orang bodoh.
Orang bodoh sering melakukan kesalahan,
maka dia rekrut orang pintar yang
tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah.
Walhasil orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh.
Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk selanjutnya
mencari kerja. Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang untuk
membayari proposal yang diajukan orang pintar.
Orang bodoh tidak bisa membuat teks pidato,
maka dia menyuruh orang pintar untuk membuatnya.
Orang bodoh kayaknya susah untuk lulus sekolah hukum (SH).
oleh karena itu orang bodoh memerintahkan orang pintar
untuk membuat undang-undangnya orang bodoh.
Orang bodoh biasanya jago cuap-cuap jual omongan,
sementara itu orang pintar percaya.
Tapi selanjutnya orang pintar menyesal karena telah mempercayai orang bodoh.
Tapi toh saat itu orang bodoh sudah ada di atas.
Orang bodoh berpikir pendek untuk memutuskan sesuatu yang dipikirkan panjang-panjang oleh orang pintar. Walhasil orang orang pintar menjadi staf-nya orang bodoh.
Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan,
dia PHK orang-orang pintar yang berkerja.
Tapi orang-orang pintar DEMO. Walhasil orang-orang pintar
‘meratap-ratap’ kepada orang bodoh agar tetap diberikan pekerjaan.
Tapi saat bisnis orang bodoh maju, orang pinter akan menghabiskan waktu
untuk bekerja keras dengan hati senang, sementara orang bodoh menghabiskan
waktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya.
Mata orang bodoh selalu mencari apa yang bisa di jadikan duit.
Mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan perkerjaan.
Bill Gate, Dell, Henry Ford,
Thomas Alfa Edison, Tommy Suharto, Liem Siu Liong
Adalah orang-orang yang tidak pernah dapat S1, tapi kemudian menjadi kaya raya.
Ribuan orang-orang pintar bekerja untuk mereka.
Dan puluhan ribu jiwa keluarga orang pintar bergantung pada orang bodoh.
PERTANYAAN
———————
Mendingan jadi orang pinter atau orang bodoh??
Pinteran mana antara orang pinter atau orang bodoh ???
Mana yang lebih mulia antara orang pinter atau orang bodoh??
Mana yang lebih susah, orang pinter atau orang bodoh??
KESIMPULAN
——————–
Jangan lama-lama jadi orang pinter,
lama-lama tidak sadar bahwa dirinya telah dibodohi oleh orang bodoh.
Jadilah orang bodoh yang pinter dari pada jadi orang pinter yang bodoh.
Kata kunci nya adalah ‘resiko’ dan ‘berusaha’,
karena orang bodoh perpikir pendek maka dia bilang resikonya kecil, selanjutnya dia berusaha agar resiko betul-betul kecil.
Orang pinter perpikir panjang maka dia bilang resikonya besar untuk selanjutnya dia tidak akan berusaha mengambil resiko tersebut.
Dan mengabdi pada orang bodoh.

#Andri Riski Maulizar
sumber http://katabijak.wordpress.com/2008/11/15/orang-bodoh-vs-orang-pintar/
»»  READMORE...

Wednesday, September 26, 2012

Kisah petualangan mengharukan antara uang rp 1000 dan 100000 yang bisa manjadi renungan untuk kita
silahkan di baca:
[Image: image.php?dm=WIN2]

Uang Rp 1.000 dan Rp 100.000 sama-sama terbuat dari kertas, sama-sama dicetak dan diedarkan oleh Bank Indonesia (BI).
Ketika bersamaan mereka keluar dan berpisah dari Bank dan beredar di masyarakat, secara tidak sengaja 3 bulan kemudian mereka bertemu lagi di dalam dompet seorang pemuda.
Kemudian diantara kedua uang tersebut terjadilah percakapan; Uang Rp 100. 000 bertanya kepada Rp 1.000, “Kenapa badan kamu begitu lusuk, kotor dan bau amis?”Rp 1.000 menjawab, “Karena aku begitu keluar dari Bank langsung ditangan orang-orang bawahan dari tukang becak, tukang sayur, penjual ikan dan di tangan pengemis.”

Lalu Rp 1.000 bertanya balik kepada Rp 100.000, “Kenapa kamu kelihatan begitu baru, rapi dan masih bersih?”

Rp.100.000 menjawab, “Karena begitu aku keluar dari Bank, langsung disambut perempuan cantik, dan aku dibawa mampir orang-orang di restoran mahal, di mall dan juga hotel-hotel berbintang serta keberadaanku selalu dijaga dan jarang keluar dari dompet.”

Lalu Rp 1.000 bertanya lagi, “Pernahkah engkau mampir di tempat ibadah?”

Rp.100.000 menjawab, “Belum pernah”

Rp 1.000 pun berkata lagi, “Ketahuilah walaupun aku hanya Rp 1.000, tetapi aku selalu mampir di seluruh tempat ibadah, dan ditangan anak-anak yatim piatu dan fakir miskin bahkan aku selalu bersyukur kepada Tuhan. Aku tidak dipandang bukan sebuah nilai, tetapi adalah sebuah manfaat.”

Akhirnya menangislah Rp 100.000 karena merasa besar, hebat, tinggi tetapi tidak begitu bermanfaat selama ini. Jadi bukan seberapa besar penghasilan kita, tetapi seberapa bermanfaat penghasilan kita pakai untuk ke jalan yang benar. Karena kekayaan bukanlah untuk kesombongan

#Najmiatul Jannah
»»  READMORE...

Tuesday, September 25, 2012


Anak Durhaka Dari Singapura (Kisah Nyata)
Sebuah Kisah Nyata dari Negeri tetangga Singapura beberapa dekade lalu yang cukup menghebohkan hingga Perdana Menteri saat itu, Lee Kwan Yew senior turun tangan dan mengeluarkan dekrit tentang orang lansia di Singapura.
Dikisahkan ada orang kaya raya di sana mantan Pengusaha sukses yang mengundurkan diri dari dinia bisnis ketika istrinya meninggal dunia. Jadilah ia single parent yang berusaha membesarkan dan mendidik dengan baik anak laki-laki satu-satunya hingga mampu mandiri dan menjadi seorang Sarjana.
Kemudian setelah anak tunggalnya tersebut menikah, ia minta ijin kepada ayahnya untuk tinggal bersama di Apartemen Ayahnya yang mewah dan besar. Dan ayahnya pun dengan senang hati mengijinkan anak menantunya tinggal bersama-sama dengannya. Terbayang dibenak orangtua tersebut bahwa apartemen nya yang luas dan mewah tersebut tidak akan sepi, terlebih jika ia mempunya cucu. Betapa bahagianya hati bapak tersebut bisa berkumpul dan membagi kebahagiaan dengan anak dan menantunya.
Pada mulanya terjadi komunikasi yang sangat baik antara Ayah-Anak-Menantu yang membuat Ayahnya yang sangat mencintai anak tunggalnya itu tersebut tanpa sedikitpun ragu-ragu mewariskankan seluruh harta kekayaan termasuk apartment yang mereka tinggali, dibaliknamakan ke anaknya itu melalui Notaris terkenal di sana.
Tahun-tahun berlalu, seperti biasa, masalah klasik dalam rumah tangga, jika anak menantu tinggal seatap dengan orang tua, entah sebab mengapa akhirnya pada suatu hari mereka bertengkar hebat yang pada akhirnya, anaknya tega mengusir sang Ayah keluar dari apartment mereka yang ia warisi dari Ayahnya.
Karena seluruh hartanya, Apartemen, Saham, Deposito, Emas dan uang tunai sudah diberikan kepada anaknya, maka mulai hari itu dia menjadi pengemis di Orchard Rd. Bayangkan, orang kaya mantan pebisnis yang cukup terkenal di Singapura tersebut, tiba-tiba menjadi pengemis!
Suatu hari, tanpa disengaja melintas mantan teman bisnisnya dulu dan memberikan sedekah, dia langsung mengenali si ayah ini dan menanyakan kepadanya, apakah ia teman bisnisnya dulu. Tentu saja, si ayah malu danmenjawab bukan, mungkin Anda salah orang, katanya. Akan tetapi temannya curiga dan yakin, bahwa orang tua yang mengemis di Orchad Road itu adalah temannya yang sudah beberapa lama tidak ada kabar beritanya. Kemudian, temannya ini mengabarkan hal ini kepada teman-temannya yang lain, dan mereka akhirnya bersama-sama mendatangi orang tersebut. Semua mantan sahabat karibnya tersebut langsung yakin bahwa pengemis tua itu adalah Mantan pebisnis kaya yang dulu mereka kenal.
Dihadapan para sahabatnya, si ayah dengan menangis tersedu-sedu, menceritakan semua kejadian yang sudah dialaminya. Maka, terjadilah kegemparan di sana, karena semua orangtua di sana merasa sangat marah terhadap anak yang sangat tidak bermoral itu.
Kegemparan berita tersebut akhirnya terdengar sampai ke telinga PM Lee Kwan Yew Senior.
PM Lee sangat marah dan langsung memanggil anak dan menantu durhaka tersebut. Mereka dimaki-maki dan dimarahi habis-habisan oleh PM Lee dan PM Lee mengatakan “Sungguh sangat memalukan bahwa di Singapura ada anak durhaka seperti kalian” .
Lalu PM Lee memanggil sang Notaris dan saat itu juga surat warisan itu dibatalkan demi hukum! Dan surat warisan yang sudah baliknama ke atas nama anaknya tersebut disobek-sobek oleh PM Lee. Sehingga semua harta milik yang sudah diwariskan tersebut kembali ke atas nama Ayahnya, bahkan sejal saat itu anak menantu itu dilarang masuk ke Apartment ayahnya.
Mr Lee Kwan Yew ini ternyata terkenal sebagai orang yang sangat berbakti kepada orangtuanya dan menghargai para lanjut usia (lansia). Sehingga, agar kejadian serupa tidak terulang lagi, Mr Lee mengeluarkan Kebijakan / Dekrit yaitu “Larangan kepada para orangtua untuk tidak mengwariskan harta bendanya kepada siapapun sebelum mereka meninggal. Kemudian, agar para lansia itu tetap dihormati dan dihargai hingga akhir hayatnya, maka dia buat Kebijakan berupa Dekrit lagi, yaitu agar semua Perusahaan Negara dan swasta di Singapura memberi pekerjaan kepada para lansia. Agar para lansia ini tidak tergantung kepada anak menantunya dan mempunyai penghasilan sendiri dan mereka sangat bangga bisa memberi angpao kepada cucu-cucunya dari hasil keringat mereka sendiri selama 1 tahun bekerja.
Anda tidak perlu heran jika Anda pergi ke Toilet di Changi Airport, Mall, Restaurant, Petugas cleaning service adalah para lansia. Jadi selain para lansia itu juga bahagia karena di usia tua mereka masih bisa bekerja, juga mereka bisa bersosialisasi dan sehat karena banyak bergerak. Satu lagi sebagaimana di negeri maju lainnya, PM Lee juga memberikan pendidikan sosial yang sangat bagus buat anak-anak dan remaja di sana, bahwa pekerjaan membersihkan toilet, meja makan diresto dsbnya itu bukan pekerjaan hina, sehingga anak-anak tsb dari kecil diajarkan untuk tahu menghargai orang yang lebih tua, siapapun mereka dan apapun profesinya.
Sebaliknya, Anak di sana dididik menjadi bijak dan terus memelihara rasa hormat dan sayang kepada orangtuanya, apapun kondisi orangtuanya.
Meskipun orangtua mereka sudah tidak sanggup duduk atau berdiri,atau mungkin sudah selamanya terbaring diatas tempat tidur, mereka harus tetap menghormatinya dengan cara merawatnya.
Mereka, warganegara Singapura seolah diingatkan oleh PM Lee agar selalu mengenang saat mereka masih balita, orangtua merekalah yang membersihkan tubuh mereka dari semua bentuk kotoran, juga yang memberi makan dan kadang menyuapinya dengan tangan mereka sendiri, dan menggendongnya kala mereka menangis meski dini hari dan merawatnya ketika mereka sakit.
By: Sarah Mutia
»»  READMORE...

Saturday, September 22, 2012

 

Suatu hari dalam kondisi yang putus asa seseorang memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya, bahkan berhenti dari hubungannya dengan sesama dan berhenti dari spiritualitasnya. Maka dia pergi ke hutan untuk bicara dengan Tuhan untuk yang terakhir kalinya. “Tuhan, berikan aku satu alasan untuk tidak berhenti” katanya.

Tuhan memberi jawaban yang mengejutkannya. “Lihat ke sekelilingmu”, kataNya. “Apakah engkau memperhatikan tanaman pakis dan bambu yang ada di hutan ini?” “Ya”, jawabnya.

Lalu Tuhan berkata, “Ketika pertama kali Aku menanam mereka, Aku menanam dan merawat benih-benih mereka dengan seksama. Aku beri mereka cahaya, Aku beri mereka air, dan pakis-pakis itu tumbuh dengan sangat cepat. Warna hijaunya yang menawan menutupi tanah, namun tidak ada yang terjadi dari benih bambu, tapi Aku tidak berhenti merawatnya.”

“Dalam tahun kedua, pakis-pakis itu tumbuh lebih cepat dan lebih banyak lagi. Namun, tetap tidak ada yang terjadi dari benih bambu, tetapi Aku tidak menyerah terhadapnya.”

“Dalam tahun ketiga tetap tidak ada yang tumbuh dari benih bambu itu tapi Aku tetap tidak menyerah. Begitu juga dengan tahun ke empat. ”

“Lalu pada tahun ke lima sebuah tunas yang kecil muncul dari dalam tanah. Bandingkan dengan pakis, yang kelihatan begitu kecil dan sepertinya tidak berarti. Namun enam bulan kemudian, bambu ini tumbuh dengan mencapai ketinggian lebih dari 100 kaki. Dia membutuhkan waktu lima tahun untuk menumbuhkan akar-akarnya. Akar-akar itu membuat dia kuat dan memberikan apa yang dia butuhkan untuk bertahan. Aku tidak akan memberikan ciptaanku tantangan yang tidak bisa mereka tangani.”

“Tahukah engkau anakKu, dari semua waktu pergumulanmu, sebenarnya engkau sedang menumbuhkan akar-akarmu? Aku tidak menyerah terhadap bambu itu, Aku juga tidak akan pernah menyerah terhadapmu”.

Tuhan berkata, “Jangan bandingkan dirimu dengan orang lain. Bambu-bambu itu memiliki tujuan yang berbeda dibandingkan dengan pakis tapi keduanya tetap membuat hutan ini menjadi lebih indah.”

“Saatmu akan tiba”, Tuhan mengatakan itu kepadanya. “Engkau akan tumbuh sangat tinggi.”

“Seberapa tinggi aku harus bertumbuh Tuhan?” tanyanya. “Sampai seberapa tinggi bambu-bambu itu dapat tumbuh?” Tuhan balik bertanya. “Setinggi yang mereka mampu?” dia bertanya.

“Ya.” jawabNya “Muliakan Aku dengan pertumbuhan mu, setinggi yang engkau dapat capai.”

Lalu dia pergi meninggalkan hutan itu, menyadari bahwa Tuhan tidak akan pernah menyerah terhadapnya dan Dia juga tidak akan pernah menyerah terhadap Anda.

Ps: Jangan pernah menyesali hidup yang saat ini Anda jalani sekalipun itu hanya untuk satu hari. Hari-hari yang baik memberikan kebahagiaan, hari-hari yang kurang baik memberi pengalaman, kedua-duanya memberi arti bagi kehidupan ini. Kadang kala kita sering gagal dalam melakukan segala sesuatu, ingatlah No one is perfect, jadi janganlah menyerah dan putus asa karena kegagalan yang kita alami ibarat sedang menumbuhkan akar-akar yang kuat agar suatu hari dapat tumbuh setinggi-tingginya.

 #Ireka Salsabila
source: bambu
»»  READMORE...

Friday, September 21, 2012


Ketika Anak Yang Soleh Lupa Berdoa

 Ingat maupun tidak, tapi hadist mengenai anak soleh akan mendoakan orangtua, atau anak yang soleh doanya dikabulkan dan akan menolong orangtua ketika di akhirat kelak sangat familiar ditelinga bu Nisa.
Orang tua mana yang tidak mau punya anak yang soleh, segala cara terus dilakukan untuk mendapatkan anak yang soleh. Baik menyekolahkan ditempat yang mahal, yang agamanya bagus, sampai mengantar jauh keluar kota untuk mendapatkan anak yang soleh.
Ya,anak yang soleh harus diupayakan dan sudah merupakan kewajiban orangtua untuk men-solehan anaknya dengan cara yang benar.
Belajarlah anak yang soleh ini, dengan segenap kemampuannya, tawa riangnya membuat dia mampu atau tidak mampu menjadi anak yang soleh. Ada anak yang sebentar saja langsung menjadi soleh, ada anak yang lama sekali baru soleh, ada juga anak yang dipukulin dulu baru soleh. Ada juga anak yang setelah ibu atau ayahnya meninggal baru soleh, memyesal dan teringat semua kata-kata dan nasehat orang tua-nya ketik masih hidup. Selain itu, ada juga anak yang sama sekali tidak soleh, atau gagal menjadi anak yang soleh, bahkan mental dan membenci semua yang berbau Islam, berbau agama, naudzubillhmindzalika.
Orangtua memang harus lelah untuk menjadikan anaknya soleh, bahkan bagi oangtua yang sudah bersusah payah menjadikan anaknya soleh; berdoa setia malam, dan mendatangkan guru dan ustad untuk mengajari anaknya dengan harapan dapat mensolehkan anaknya. Namun, ternyata anak soleh tidak kunjung juga didapatkan, jangan bersedih hati, percayalah Allah tidak tidur.
Panci yang dipakai untuk masak rendang berhari-hari, tentu saja dasar panci akan mengeras dan berwarna hitam, walau akhirnya dipakai untuk sup sekalipun, sang panci tetap berwarna hitam bekas rendang. Maka walau anak yang soleh pada akhirnya tidak sesoleh yang diinginkan, semua pelajaran dan pendidikan untuk mensolehkan anak itu, tetap membekas dalam lubuk hatinya dalam pikirannya, dalam bawah sadarnya. Gerakan sholat yang pernah diajarkan, setiap kebaikan yang selalu dibisikkan, keinginan berbuat baik, ilmu-ilmu tersebut sudah tertanam dan membekas dalam dirinya! Hanya saja lingkungan yang akan mempengaruhinya, bila lingkungan buruk dan kurang nuansa agama, maka akan membuat sang anak tetap soleh dengan versi berbeda. Misal; anak yang dulunya dipesantren lalu menjadi artis sinetron atau penyanyi, maka lagu-lagu yang dibawakan masih religius, tidak liar juga, walau Iingkungannya adalah lingkungan perfileman/entertainment. Namun, keinginan untuk menjadi orang baik dalam lingkungan tersebut tetap ada, masih ada rambu- rambu dalam dirinya. Tidak ada kata sia-sia dalam mendidik anak yang soleh, yang sia sia adalah bila tidak mendidik.
Hanya saja yang suka lupa didengungkan para guru dan orangtua terhadap anaknya adalah menanamkan kebiasaan mendoakan orangtua, bukan dengan doa yang rutin; Rabbighfir lii waliwaa lidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa.” Namun, doa yang betul-betul untuk orang tua yang dihayati dan dipahami, dan menanamkan betapa pentingnya arti doa kita bagi orangtua. Doa anak yang soleh bukan doa anak biasa, pertama soleh dulu, kedua adab berdoa dan pentingnya doa tersebut, kalau perrlu sebuah sekolah bagus juga bila mengadakan rutinitas pagi berupa doa bagi orangtua, dimana anak-anak diajarkan dulu menulis dan berpikir doa apa yang sebaiknya dilantunkan buat orangtua.
Tiga hari lagi bu Nisa ulang tahun, dan yang dipikirkannya bukan hadiah dari anak-anak berupa kado ini atau kado itu, tetapi berupa doa yang sudah disiapkn anak-anak sejak minggu lalu, doa yang berkualitas bukan doa yang dihafal beramai-ramai didalam kelas. Doa spesifik yang hanya anak kita lantunkan untuk orang tua tersayangnya.

Anak Suka Bengong

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Mam Fifi & Team, saya bingung menghadapi anak pertama saya (9 tahun) disekolah suka ‘bengong’ entah kenapa. Kebiasaan ini sudah berlangsung sejak masuk SD sampai sekarang kelas 4. Gurunya mengeluhkan keadaan tersebut, yang tentu saja mengganggu aktivitas belajarnya. Saya dan suami sudah berusaha memotivasinya, tapi tadi siang wali kelasnya menyampaikan hal yang sama dengan sebelumnya, kalo gak bengong, bercanda atau asyik dengan main barang-barang miliknya (gigit pensil, atau mainin kotak pensil). Padahal waktu bermain atau pada saat jam-jam diluar jam belajar dia sangat aktif, sangat bertolak belakang dengan pada saat jam belajar. Dan ditambah lagi masalah ‘membeo’-nya dia suka mengikuti kata-kata yang diucapkan gurunya, sungguh tidak sopan! Apa dia menganggap guru-gurunya adalah teman-teman mamanya? (saya juga mengajar pada yayasan yang sama, hanya beda level) apa yg harus saya lakukan ya mam?
Terima Kasih
Siti Rojanah Khoiriyah
Jawab :
Walaykumsalam warahmatullahi wabarakatuh,
Bu Siti yang dicintai Allah.
Mengenai anak ibu yang suka bengong, sebetulnya mungkin karena anak ibu kurang konsentrasi. Tapi bila itu dilakukan sudah berulang kali sejak masuk SD, nampaknya tidak ada yang terlalu serius, karena anak ibu naik kelas terus kan? Menurut pendapat saya, sebaiknya ibu tanyakan saja pada gurunya, bila di kelas anak ibu senangnya pelajaran apa, dan apakah dia bengong disemua jam pelajaran? Kalau tinggal di Jakarta mungkin anak ibu bisa dimasukkan ke sekolah alam, tidak monoton, banyak berinteraksi dengan kegiatan yang sifatnya motorik, bukan hanya duduk dalam kelas saja. Atau mungkin dia bisa juga bengong (melamun ) karena mengantuk dan malas mengerjakan apapun, namun sepanjang anak ibu baik-baik saja pelajarannya dan dia masuk kategori anak yang naik kelas ya tidak apa-apa bu. Mudah-mudahan ketika sudah di kelas 6 SD, ketika mau ujian nasional dia sudah mulai rajin dan serius hadapi ujian nasional. Terutama try out yang banyak dan membutuhkan keseriusan, bisa diikuti dengan tenang, sesuai dengan umurnya nanti.
Hanya saja, bila ibu ada waktu, ibu sebaiknya mengajak anak bercakap-cakap. Tanyakanlah bagaimana keadaan dia disekolah, adakah yang membuat dia kesulitan dan katakan juga sebaiknya bagaimana bersikap terhadap guru. Namun buatlah percakapan dengan nada santai agar anak ibu tidak tertekan dengan apa yang ibu ungkapkan karena akan masuk dalam pikirannya. Mudah-mudahan berhasil ya bu.
Wassalam
Mam Fifi

LUPA

Manusia merupakan makhluk yang sempurna karena semua kelebihan-kelebihan yang dimiliki. Semua kelebihan itu harus disyukuri walaupun tidak bisa dipungkiri bahwa manusia sudah pasti memiliki kekurangan. Kelebihan yang patut disyukuri oleh manusia diantaranya adalah karena telah diberikan otak dan hati. Otak dan hati manusia merupakan bagian utama yang mampu mengendalikan kestabilan hidup manusia. Otak mampu mengendalikan fisik dan psikis manusia baik sadar maupun tidak.
Terdapat kaitan yang erat antara otak dan pemikiran. Otak manusia terbagi menjadi otak besar, postnatal, otak tengah, otak tengah, otak belakang, dan otak kecil. Otak besar merupakan pusat saraf utama, karena memiliki fungsi yang sangat penting dalam pengaturan semua aktivitas tubuh, khususnya berkaitan dengan kepandaian (inteligensi), ingatan (memori), kesadaran, dan pertimbangan. Pada dasarnya otak mempunyai kapasitas memori yang besar. Oleh karena itu, seharusnya manusia dapat mengingat sesuatu dengan baik.
Tapi temyata tidak jarang manusia sering mengalami kelupaan. Bahkan kelupaan itu terkadang berlebihan.
Kelupaan yang sering terjadi pada manusia bisa disebabkan oleh beberapa hal diantaranya adalah: umur yang semakin menua, terlalu banyaknya masalah dan juga pikiran-pikiran yang tidak penting. Tidak jarang manusia menganggap remeh kelupaan padahal jika tidak ditindak lanjuti dapat menjadi masalah besar. Padahal tidak jarang kelupaan memberikan dampak yang sangat merugikan. Sebagai contoh adalah lupa dimana meletakkan handphone dimana handphone merupakan barang kecil namun memiliki fungsi yang sangat penting. Banyak janji penting yang biasanya dikomunikasikan dengan handphone. Jika handphone hilang itu sama artinya harus mengorbankan janji penting yang mungkin saja berdampak secara financial belum lagi jika handphone-handphone tersebut lebih dari satu, padahal barang tersebut masih memiliki harga jual. Ada juga mereka yang lupa meninggalkan barang penting ketika sedang berada di luar kota dan baru teringat kembali ketika sudah berada jauh dari tempat tersebut. Bisa dibayangkan bahwa dengan demikian itu sama artinya dengan membuang-buang waktu dengan kembali ke tempat tertinggalnya barang belum lagi jika dihitung dengan transportasi. Hal-hal tersebut hanya sebagian kecil masih banyak contoh-contoh kelupaan yang mengakibatkan berantakan aqenda dan tidak jarang memberi dampak yang luar biasa merepotkan.
Oleh karena itu, sebelum menjadi kebiasaan maka kelupaan harus diobati sedini mungkin. Berikut ini adalah beberapa hal yang mungkin bisa menjadi cara untuk mengurangi tingkat kelupaan:
1. Menggunakan otak semaksimal mungkin dan mengasahnya selalu dengan cara sering membaca, mengisi teka-teki, bermain catur, ataupun berdiskusi.
2. Mencatat semua hal yang diperlukan baik di hp, buku catatan kecil, dan membiasakan membawa ataupun menempel catatan-catatan penting tersebut di tempat-tempat yang biasa ditempati atau dilewati.
3. Memperbanyak konsumsi ikan yang kaya DHA (seperti ikan tuna dan salmon), mengkonsumsi vitamin yang dapat menjaga kesehatan otak seperti vitamin B kompleks, vitamin C, dan E, serta mengurangi konsumsi makanan yang berlemak.
4. Meningkatkan dan memperlancar aliran darah dengan cara berolahraga yang teratur maupun sujud yang lama (dengan sujud itu berarti mempertinggi kedudukan jantung daripada kepala sehinggga memudahkan aliran darah menuju otak),
5. Jangan menunda waktu dan kerjakan selagi ingat. Terkadang jika ingin mengerjakan atau membawa sesuatu seringkali kita menundanya entah itu karena sedang mengerjakan hal lain ataupun malas. Oleh karena itu, jika tidak ingin lupa maka kita tidak boleh menjadi pemalas,
6. Terlalu sibuk jadi terkadang hal-hal yang dianggap sepele menjadi terlupakan
7. Hiduplah dengan teratur. Biasakan menaruh barang-barang yang sering dilupakan di satu tempat. Jika barang tersebut sering dibawa-bawa maka biasakan untuk membiarkan barang tersebut menempel pada anggota tubuh, bisa dengan menggunakan tali ataupun pengikat lainnya,
8. Merencanakan kegiatan sehari-hari secara lebih sistematis. Mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi buatlah susunannya jika khawatir lupa maka catatlah dan jadikan sebagai kebiasaan sehingga akan meminimalisir kelupaan,
9. Selalu berfikir positif dan hindari pikiran-pikiran yang hanya menambah beban, dan
selalu fokuskan pikiran jangan biarkan pikiran bercabang-cabang,
10. Sebelum melakukan aktifitas sediakan waktu beberapa menit untuk menenangkan pikiran dan otak kemudian ingat-ingat kembali rutinitas dan keperluan apa saja yang diperlukan saat itu dan beberapa jam kemudian,
11. Dan tentunya jangan lupa berdoa sebelum melakukan kegiatan apapun dan meminta dihindari dari kelupaan.
Lupa tidak selalu merupakan musibah. Adakalanya lupa merupakan anugrah. Semua itu pada dasanya tergantung pola pikir manusia. Kita tidak boleh menganggap buruk semua hal. Tetapi menjadikan setiap kejadian sebagai pelajaran. Begitu pula dengan lupa. Dengan demikian kita sadar bahwa kita adalah manusia yang memiliki kelemahan. Kitapun bisa sadar dengan kelemahan-kelemahan kita. Beberapa kelemahan yang bisa diambil pelajaran dari lupa adalah terkadang orang yang seringkali lupa adalah mereka-mereka yang menganggap remeh sesuatu, kurang teliti, terlalu sibuk sehingga tidak fokus, dll. Selain itu, kitapun harus bersyukur dengan lupa maka hidup kita tidak terperangkap oleh masa lalu-masa lalu yang mungkin kelam ataupun menyakitkan. Dengan demikian masa depan dapat terlewati dengan lebih mudah tanpa dibayang-bayangi kesalahan tetapi menjadikan kesalahan sebagai pelajaran.

 Siapa Yang Paling Berjasa

Masih ingat ketika dulu kamu jatuh siapa yang mengobati lukamu?
Masih ingat ketika ulangan kamu gak bisa siapa yang mengajarimu?
Masih ingat dulu, ketika kamu bilang takut masuk sekolah baru dengan teman baru dan kemudian siapa yang bersedia menemanimu?
Masih ingat ketika kamu belum bisa baca jadwal pelajaran, siapa yang memasukkan buku dalam tasmu?
Masih ingat ketika kamu mau pergi dengan kawan-kawanmu, dan tidak punya uang, siapa yang bersedia dengan gratis memberimu uang?
Masih ingat ketika banyak kawan-kawanmu meninggalkanmu, siapa yang bersedia menemanimu?
Masih ingat ketika malam gelap dan suasana senyap, dan kamu menjadi takut, pintu kamar siapa yang kamu ketuk?
Masih ingat ketika kau bingung, siapa yang kamu tanya?
Masih ingat ketika kamu kecil siapa yang menyediakan semua kebutuhanmu
Dan sekarangpun ketika kau sudah besar, komputer yang kau pakai punya siapa, mainan yang kau mainkan siapa yang beli, semua yang kaumiliki itu gunakan uang siapa, punya siapa
Maka pantaskah bila kau membentak orang yang telah banyak berjasa padamu, yaitu orangtuamu?!
Dan ingatlah Al-Qur’an telah menyatakan bahwa membentak orangtua itu dilarang dalam agama, dalam Al-Quran surah Al Isra ayat 23 Allah berfirman:
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. (QS. Al-Isra [17] : 23)
Janganlah bersuara seperti keledai, maka lembutkanlah suaramu, ketika kau berkata-kata pada orang yang sangat berjasa padamu dalam hidupmu.
By: Sarah Mutia
»»  READMORE...